Kebangkitan Prancis Akan Jadi Panutan Tim Lain Kejar Ketertinggalan

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 04 Mei 2026, 21:30 WIB - 114 views
Kebangkitan Prancis Akan Jadi Panutan Tim Lain Kejar Ketertinggalan

Tim Prancis/[Foto: Badminton Europe]

Ligaolahraga.com -

Kebangkitan Prancis merupakan peringatan bagi dunia bulu tangkis, dan Malaysia tidak boleh mengabaikannya.

Selama bertahun-tahun, Denmark menjadi panutan Eropa, menghasilkan pemain-pemain top seperti juara Olimpiade dua kali, Viktor Axelsen. Sekarang, Prancis telah mengambil alih peran tersebut.

Mereka membuktikannya dengan mengalahkan Denmark untuk memenangkan gelar Tim Eropa, dan melangkah lebih jauh di Piala Thomas baru-baru ini dengan mencapai final sebelum kalah 3-1 dari China.

Dipimpin oleh kakak beradik Christo Popov dan Toma Junior Popov, bersama Alex Lanier, tim Prancis bukan lagi tim underdog.

Mereka telah melampaui beberapa kekuatan tradisional, termasuk Malaysia dan Indonesia. Mantan pemain internasional Datuk James Selvaraj mengatakan permainan ini berubah dengan cepat.

"Bukan hanya Prancis," katanya.

"Jika Anda melihat ke seluruh dunia, negara-negara yang tidak Anda duga ternyata memainkan bulu tangkis dengan baik."

Dia menunjuk Taiwan dan Thailand sebagai negara-negara yang membangun kekuatan melalui pemain muda, dengan pemain muda diberi kesempatan sejak dini. Prancis, katanya, telah melakukan hal yang sama, dengan Christo (24 tahun), Toma Junior (27) dan Lanier (21) memimpin serangan.

"Mereka semua masih muda," katanya.

"Sebagian besar pemain putra kami berusia di atas 25 tahun."

James percaya bahwa Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) harus bergerak lebih cepat dalam mempromosikan pemain junior.

Dia mengatakan tim putri telah menunjukkan jalannya.

Skuad Piala Uber Malaysia memiliki usia rata-rata hanya 20,8 tahun, dengan pemain seperti Low Zi Yu (15), Noraqilah Maisarah Ramdan (19), Ong Xin Yee (19) dan Carmen Ting (19). Mereka mencapai babak gugur untuk pertama kalinya dalam 16 tahun sebelum kalah 3-0 dari China di perempat final.

"BAM melakukan hal yang benar dengan memberikan kesempatan kepada para junior untuk membela tim putri," kata James.

"Mereka menunjukkan bahwa jika diberi kesempatan, mereka mampu berprestasi."

Dia menambahkan bahwa usia seharusnya tidak lagi menjadi penghalang, merujuk pada legenda Indonesia Rudy Hartono, yang memenangkan All England pada usia 18 tahun.

"Anda tidak bisa lagi menggunakan usia sebagai kriteria," katanya.

"Jika seorang pemain berprestasi, promosikan dia segera."

Pada saat yang sama, ia menekankan bahwa pemain muda juga harus mengembangkan pola pikir yang tepat.

"Mereka perlu memahami psikologi permainan," tambahnya.

"Mereka harus memiliki dedikasi dan keinginan yang kuat untuk berprestasi bagi negara."

Artikel Tag: prancis, viktor axelsen, rudy hartono, christo popov, toma junior popov, alex lanier

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/kebangkitan-prancis-akan-jadi-panutan-tim-lain-kejar-ketertinggalan
114
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini