KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian, Audisi PB Djarum Jalan Terus!

Penulis: Yusuf Efendi
Kamis 12 Sep 2019, 19:10 WIB
KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian, Audisi PB Djarum Jalan Terus!

Konferensi Pers Kemenpora/[Foto:Detiksport]

Berita Badminton: Polemik antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan juga PB Djarum akhirnya menemui titik terang setelah kedua pihak sepakat mencari solusi terbaik setelah difasilitasi langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi di kantor Kemenpora Jakarta.

Kesepakatan ini juga memutuskan beberapa poin, yakni mengubah nama Audisi PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Bulutangkis, serta tidak ada lagi logo perusahaan dan brand image djarum yang selama ini melekat di kaos anak-anak peserta audisi.

"Djarum Foundation, bahwa PB Djarum sepakat untuk mengubah nama yang semula Audisi Umum PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis, tanpa menggunakan logo, merek dan brand image Djarum," ujar Imam.

KPAI juga sepakat untuk mencabut surat permintaan pemberhentian audisi pada Juli lalu dan memberikan kesempatan kepada PB Djarum seluas-luasnya untuk melanjutkan tradisi yang mereka jalani sejak tahun 2006 lalu.

"Untuk KPAI, KPAI sepakat untuk mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian audisi Djarum," sambung dia.

Seperti diketahui bahwa PB Djarum mengumunkan akan menghentikan audisi umum nasional mulai tahun 2020 mendatang setelah KPAI memprotes bahwa audisi yang mereka lakukan telah mengeksploitasi para anak-anak muda dengan merek sebuah rokok.

Dukungan penuh diberikan oleh seluruh rakyat Indonesia kepada PB Djarum mulai dari mantan atlet, PBSI hingga pejabat pemerintah. Karena faktanya, audisi tersebut telah melahirkan banyak pemain top dunia, seperti juara Olimpiade, Tontowi Ahmad, juara dunia 2019 lalu, Mohammad Ahsan serta pemain peringkat 1 dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Artikel Tag: pb djarum, KPAI, kemenpora, PBSI, Audisi Bulutangkis

1580  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini