banner babe

Kiprah Ahsan/Hendra di Usia Senja Bikin Kevin cs. Melongo

Penulis: Yusuf Efendi
Sabtu 31 Agu 2019, 19:30 WIB
Kiprah Ahsan/Hendra di Usia Senja Bikin Kevin cs. Melongo

Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan/[Foto:PBSI]

Berita Badminton: Tak bisa dipungkiri bahwa gebrakan pasangan veteran Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, musim ini sangat sensasional. Bahkan melampaui para junior seperti Kevin/Marcus yang notabene berada di atas mereka secara ranking.

Ahsan/Hendra di ambang pensiun setelah gagal melaju dari fase grup di Olimpiade Rio 2016 lalu, kemudian diikuti pisahnya mereka dari Pelatnas Cipayung. Setelah berganti pasangan di musim 2017, Ahsan/Hendra berpasangan kembali awal 2018 lalu dan mulai menunjukkan peningkatan di kesempatan kedua mereka.

Namun siapa yang menyangka Ahsan/Hendra bisa melejit sejauh ini. Musim ini, "The Daddies" (julukan Ahsan/Hendra) sukses meraih dua gelar prestisius di All England Open 2019 di Birmingham dan juga Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss pekan lalu.

Gelar di Basel juga menjadi pencapaian besar ketiga bagi Ahsan/Hendra menjadi juara dunia setelah Guangzhou, China 2013 dan Istora Senayan Jakarta 2015.

"Di luar perkiraan saya mereka bisa stabil begitu. Saya juga tak tahu pemain negara lain (menanggapinya seperti apa), tetapi seperti Kevin Sanjaya, Marcus Gideon, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto itu bilang. 'Koh, kok kalau latihan mereka (Hendra/Ahsan) gampang sekali dikalahkan, kenapa saat tanding susah ya.' Mereka tanya seperti itu, karena kalau game mutar itu Hendra memang jarang menang," kata Herry di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jumat (30/8/2019).

Tak hanya All England dan Kejuaraan Dunia, Ahsan/Hendra juga sukses menjadi kampiun di turnamen New Zealand Open 2019 dan mencapai empat final lainnya, yakni di Indonesia Masters, Singapore Open, Indonesia Open dan Japan Open 2019.

Hasil-hasil yang didapat Ahsan/Hendra tak ayal membuat para juniornya kagum. Meskipun secara fisik mereka menurun, namun secara mental, determinasi dan kegigihan serta pengalaman mampu mereka implementasikan menjadi kolaborasi yang sangat baik di lapangan.

"Ya, saya cuma bilang itu lah pemain senior. Kelebihan mereka itu matang, walau kondisi kritis mereka bisa mengatasinya karena pengaruh jam terbang. Mental mereka bagus. Coba lihat final kemarin, secara fisik mereka kalah, tapi mental Hendra/Ahsan mantap," dia melanjutkan.

Setelah mendapatkan libur ekstra dari perjalanan mereka di Basel, Ahsan/Hendra akan kembali bersiap untuk kejuaraan bergengsi lainnya di China Open 2019 World Tour Super 1000 pada 17 hingga 22 September mendatang.

Artikel Tag: mohammad ahsan, hendra setiawan, Kejuaraan Dunia 2019

4265  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini