Kata Mereka Tentang Tontowi Ahmad

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 25 Mei 2020, 15:00 WIB
Kata Mereka Tentang Tontowi Ahmad

Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir/[Foto:PBSI]

Berita Badminton: Peraih medali emas Olimpiade dan Kejuaraan Dunia dua kali asal Indonesia, Tontowi Ahmad mengumumkan pengunduran dirinya beberapa waktu lalu, yang mengakhiri kariernya yang luar biasa.

Setahun sebelum Tontowi pensiun, Liliyana Natsir telah lebih dulu memilih untuk gantung raket. Bersama-sama, keduanya meraih berbagai gelar bergengsi di panggung dunia, termasuk medali emas ganda campuran Olimpiade Rio 2016, Kejuaraan Dunia 2013 dan 2017, dan juara tiga kali All England di antara tahun 2012 hingga 2014.

Mereka adalah kombinasi yang mematikan. Liliyana telah menjadi salah satu pemain ganda campuran terbaik selama kemitraannya dengan Nova Widiyanto. Namun Tontowi memiliki gaya permainan yang unik dan keduanya saling melengkapi. Tontowi adalah sosok yang unik. Dia bisa bermain bagus melawan musuh yang kuat, namun terkadang takluk dari lawan yang remeh.

Karakteristiknya sangat menonjol di Kejuaraan Dunia 2013 dan 2015. Pada Kejuaraan Dunia Guangzhou 2013, mereka membuntuti lawan mereka dengan dua poin pertandingan di final, namun Tontowi-lah yang membuat mereka berhasil memenangkan kejuaraan.

Beberapa tahun kemudian, di Jakarta, ketika tuan rumah Tontowi/Liliyana tampil baik di semifinal melawan Zhang Nan/Zhao Yunlei, tetapi beberapa kesalahan remeh dari Tontowi membuat mereka tersingkir. Sesuatu yang membuat para penonton sangat terkejut.

Kegagalan itu merupakan pukulan berat bagi Tontowi dan Liliyana, tetapi satu tahun kemudian, mereka akhirnya mewujudkan impian mereka di Rio. Mereka bermain bagus melawan juara bertahan yang buruk, Zhang Nan/Zhao Yunlei dan mengalahkan mereka di pertandingan itu.

Di final, mereka juga memiliki performa luar biasa yang sama dan membuat sejarah, menjadi pasangan ganda campuran pertama asal Indonesia yang memenangkan medali emas Olimpiade.

Tahun berikutnya, mereka memenangkan trofi kejuaraan dunia kedua di Glasgow, yang merupakan titel kejuaraan dunia keempat Liliyana dan titel kejuaraan dunia kedua Tontowi.

Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Wiranto memuji Tontowi atas kontribusinya pada bulu tangkis Indonesia.

"Dia adalah salah satu atlet ganda campuran terbaik. Dedikasi, disiplin, dan kepercayaannya unik. Ini memungkinkan dia memenangkan banyak kejuaraan dan mencapai tingkat teratas dunia," kata Wiranto dalam sebuah pernyataan yang dirilis.

Pelatih ganda campuran PBSI, Richard Mainaky, bertanggung jawab atas latihan harian keduanya, dan ia mengenang upaya Tontowi untuk menjadi pemain terbaik di masanya.

"Pasangan Liliyana-Nova Widiyanto memutuskan untuk pensiun dan saya harus menemukan pemain muda untuk bermitra dengannya. Pilihan pada saat itu adalah Tontowi, Reza, dan Rahadi. Saya mencoba menempatkan tiga tipe pemain ini," kenang Richard.

"Ketiganya telah bermitra dengan Nasir dan hasilnya sangat baik, tetapi saya merasa bahwa Tontowi adalah yang paling cocok untuk Liliyana, dan Liliyana juga ingin bermitra dengan Tontowi. Saya juga berterima kasih kepada PBSI percaya pada keputusan saya," lanjutnya.

Liliyana sendiri berbicara secara khusus mengenai sosok pemain yang akrab disapa Owi tersebut. Mengenai alasan memilih Owi serta memujinya sebagai seorang yang cerdas.

"Karena dia sangat patuh, dia akan mengikuti saran pelatih, sehingga kerja sama saya dengan Tontowi menjadi lebih mudah. ‚Äč‚ÄčKami tahu bahwa dia memiliki kekurangan dalam geraknya, dia dilatih untuk ini. Dia bisa menjadi pemain level atas. Dia juga pemain yang cerdas dan jika dia bisa meraih poin, dia bisa mengalahkan lawannya pada waktu yang tepat," kata Liliyana.

Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto juga berterima kasih kepada Tontowi atas kontribusinya pada kancah bulu tangkis Indonesia.

"Tontowi adalah pemain pekerja keras, tidak pernah menyadari kelelahan, terutama ketika dia menghadapi tantangan. Saya pikir ini bisa menjadi contoh para atlet muda, kerja keras dan disiplinnya patut dicontoh," jelas Budiharto.

Artikel Tag: Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Nova Widiyanto, PBSI

742  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini