banner babe

Jelang Final Kejuaraan Dunia, Ahsan Sempat Tak Bisa Tidur

Penulis: Yusuf Efendi
Kamis 05 Sep 2019, 07:00 WIB
Jelang Final Kejuaraan Dunia, Ahsan Sempat Tak Bisa Tidur

Mohammad Ahsan/[Foto:PBSI]

Berita Badminton: Dua pekan setelah keberhasilannya menjadi juara dunia, Mohammad Ahsan membeberkan momen tak biasa bersama dengan pasangannya, Hendra Setiawan di Basel, Swiss selama kejuaraan level grade 1 BWF itu.

Ahsan mengakui dirinya tak bisa tidur nyenyak saat secara mengejutkan pasangan ganda putra peringkat 1 dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon harus tersingkir lebih dini di babak kedua.

Setelah mendapatkan bye di babak pertama, Kevin/Marcus yang menempati unggulan teratas justru tumbang dari pasangan baru asal Korea Selatan, Choi Solgyu/Seo Seung Jae lewat pertarungan ketat rubber game 21-16, 14-21 dan 21-23.

Kekalahan Kevin/Marcus cukup membuat Ahsan dan Hendra khawatir mereka akan gagal di Swiss. Namun di satu sisi Ahsan juga mengakui tersingkirnya juniornya tersebut membuat kesempatan mereka untuk bisa melaju jauh dan meraih gelar terbuka lebar.

Musim ini sejarah memang mencatat jika Kevin/Marcus kandas di babak awal, Ahsan/Hendra justru keluar sebagai juara. Hal itu terjadi sebelumnya pada Maret lalu, di mana Ahsan/Hendra sukses meraih gelar All England Open 2019 setelah Kevin/Marcus tersungkur di babak pertama usai kalah dari juara dunia 2017 asal China, Liu Cheng/Zhang Nan.

"Saya tidak bisa tidur, waktu Kevin/Marcus kalah, 'pisaunya' Indonesia sudah mulai tumpul. Sebenarnya nggak mau terlalu saya pikirkan, tapi setiap mau tidur kepikiran lawan terus. Kepikiran juga mau juara, mungkin kami ada kans," ujar Ahsan dalam acara penyerahan bonus dari Djarum Foundation pada Rabu (4/9).

Firasat yang sama juga dirasakan oleh pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi yang mendapatkan musibah kehilangan dompet di babak perempat final. Setelah ditelusuri, dompet "Couch Naga Api" (julukan Herry IP) ternyata tertinggal di supermarket dan masih utuh semuanya, dan itulah yang dirasakan sang pelatih karena semua masih menjadi rejeki.

"Ternyata ketinggalannya di supermarket, waktu kembali lagi, saat itu hari perempat final, ketemu semua lengkap. Dompetnya masih ada, dan isinya pun utuh. Saat itu saya merasa rezekinya mulai dibuka. Rasanya final itu adalah kemenangan kedua, yang pertama ya ini, waktu paspor dan dompet saya ditemukan," ujar Herry sambil tertawa.

Artikel Tag: mohammad ahsan, hendra setiawan, Kejuaraan Dunia 2019, Herry Iman Pierngadi

620  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini