Iskandar Zulkarnain Berharap Wong Ling Ching Mampu Atasi Tekanan di Istora

Wong Ling Ching Saat Kalahkan Dhinda Amartya/[Foto:Thestar]
Berita Badminton : Pelatih tunggal putri nasional Iskandar Zulkarnain Zainuddin meredam ekspektasi di Indonesia Masters, menekankan bahwa turnamen Super 500 ini merupakan bagian dari proses pembelajaran dan bukan berorientasi pada hasil.
Pemain peringkat 42 dunia K Letshanaa dan pemain peringkat 43 dunia Wong Ling Ching akan mewakili Malaysia di nomor tunggal putri.
Namun, Iskandar Zulkarnain tidak menaruh harapan tinggi pada kedua pemain tersebut karena ia ingin mereka mendapatkan pengalaman di Jakarta menjelang Kejuaraan Beregu Bulu Tangkis Asia (BATC) di Qingdao, Tiongkok bulan depan dan Piala Uber pada bulan April.
"Kami ingin melakukannya langkah demi langkah dan harapan saya tidak terlalu tinggi untuk saat ini," kata Iskandar.
"Fokus utama kami adalah pada target yang lebih besar dalam beberapa bulan mendatang, terutama BATC."
Pada Indonesia Masters tahun lalu, Letshanaa mencapai babak kedua undian utama setelah lolos dari babak kualifikasi.
Sementara itu, Ling Ching akan melakukan debutnya di turnamen Super 500 dan harus bermain di babak kualifikasi.
"Saya berharap Ling Ching bisa masuk ke babak utama karena dia adalah unggulan nomor 1 di babak kualifikasi," kata Iskandar.
Dia mengatakan Indonesia Masters akan menguji seberapa baik kedua pemain menerapkan latihan mereka dalam lingkungan kompetitif. Iskandar menambahkan bahwa salah satu tantangan utama di Istora Senayan adalah mengatasi tekanan bermain dalam suasana yang dikenal menakutkan .
"Yang terpenting adalah bagaimana mereka mengatasi tekanan yang secara alami muncul selama turnamen seperti ini."
"Turnamen ini adalah tentang belajar, beradaptasi, dan memahami apa yang dibutuhkan di level ini," katanya.
Artikel Tag: Iskandar Zulkarnain, Wong Ling Ching, Indonesia Masters 2026, Istora Senayan Jakarta
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/iskandar-zulkarnain-berharap-wong-ling-ching-mampu-atasi-tekanan-di-istora
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini