Inilah Rahasia Kebangkitan Performa Greysia/Apriyani

Penulis: Yusuf Efendi
Rabu 22 Jan 2020, 23:30 WIB
Inilah Rahasia Kebangkitan Performa Greysia/Apriyani

Greysia Polii-Apriyani Rahayu/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Setelah penampilan yang naik turun di tahun 2019, pasangan ganda putri Indonesia peringkat 8 dunia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengawali musim 2020 dengan gemilang setelah merebut gelar di kandang sendiri turnamen Indonesia Masters 2020 World Tour Super 500 pada pekan lalu di Istora Senayan Jakarta.

Penampilan Greysia/Apriyani tahun lalu bisa dibilang mengalami penurunan dari segi prestasi dan juga peringkat. Setelah mengawali musim dengan mempertahankan gelar di India Open Super 500 pada bulan Maret, Greysia/Apriyani gagal tampil mengesankan setelah itu.

Sempat bangkit dengan meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2019 yang berlangsung di Basel Swiss pada bulan Agustus, Greysia/Apriyani kembali menurun hingga akhir tahun.

Meskipun berhasil membawa pulang medali emas ganda putri di SEA Games 2019 lalu yang berlangsung di Filipina, namun mereka harus kandas di babak grup BWF World Tour Finals 2019 pada pertengahan Desember dan menjadi penutup musim yang kurang baik bagi pasangan terbaik Indonesia itu.

Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Eng Hian sadar bahwa harus ada perubahan yang dilakukan oleh anak didiknya itu.

Hal itu lantas mereka buktikan dengan penampilan impresif di awal tahun dengan mencapai babak semifinal Malaysia Masters, sebelum sepekan kemudian meraih gelar pertama mereka di Istora Senayan Jakarta dalam ajang Indonesia Masters 2020.

"Dari beberapa turnamen kemarin, Greysia/Apriyani ini masih belum bisa menerapkan pola main yang seperti saya instruksikan. Masih ada keraguan, saya kuat nggak main begitu? Saya bilang kalian harusnya bisa menyelesaikan secepat mungkin, kalau bisa lima sampai sepuluh pukulan, jangan jadi 10 pukulan. Tapi pola main begini memang butuh akurasi, speed dan power, mereka sudah mau mencoba di Guangzhou (World Tour Finals 2019), tapi karena belum biasa, jadi kedodoran, bukan fisiknya yang kedodoran, tapi fokusnya. Di Malaysia (Masters 2020), sudah bisa, tapi di akhir masih belum konsisten," kata Eng Hian.

Greysia/Apriyani memang berhasil memutus tren negatif ganda putri dengan menjadi pasangan pertama yang menjadi juara di Istora sejak pasangan yang kini sudah pensiun, Vita Marissa/Liliyana Natsir berjaya di Indonesia Open 2008 lalu.

"Karena tahun lalu memang berat buat mereka, ada kendala dari mulai Greysia cedera, sampai kendala non-teknis yang sifatnya internal sampai pada suatu saat saya bilang sama mereka: take it or leave it. Kalau mau lanjut, take it, berubah. Kalau tidak, lupakan saja olimpiade," tambah Eng Hian.

Greysia/Apriyani tak mempunyai waktu untuk merayakan kemenangan mereka karena tengah dalam persiapan untuk tampil di Kejuaraan Beregu Asia 2020 yang akan berlangsung pada 11-16 Februari mendatang di Singapore Sports Hub, Singapura.

Artikel Tag: eng hian, Greysia Polii, apriyani rahayu, Indonesia Masters 2020

802  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini