Data dan Fakta Menarik Dari Malaysia Masters 2020

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 14 Jan 2020, 15:45 WIB
Data dan Fakta Menarik Dari Malaysia Masters 2020

Lin Dan/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Turnamen pembuka musim di Malaysia Masters 2020 berakhir tanpa ada pemenang bagi tuan rumah untuk tahun ketiga berturut-turut. Namun itu tidak sepenuhnya mengecewakan karena Lee Zii Jia mulai menunjukkan bahwa dia sedang dalam perjalanan untuk menjadi pemain kelas dunia setelah menyingkirkan para pemain unggulan yang membuatnya mencapai babak semifinal.

Berikut Lima Data & Fakta Menarik Hasil Malaysia Masters 2020 :

- Kejutan Lee Zii Jia

Mengalahkan pemain berperingkat lebih tinggi menjadi sesuatu yang biasa dilakukan oleh Zii Jia. Pemain berusia 21 tahun itu mengalahkan pemain peringkat 4 dunia, Anders Antonsen asal Denmark dan pemain peringkat 8 dunia, Shi Yuqi asal China ke dalam daftar para pemain yang sudah Ia kalahkan termasuk Chou Tien Chen, Chen Long dan juga Viktor Axelsen. Ini menunjukkan seberapa jauh Zii Jia telah berkembang sejak dia mengambil alih tongkat estafet dari Lee Chong Wei yang memutuskan pensiun.

- Jalan Terjal Lin Dan ke Olimpiade

Tidak ada akhir bahagia untuk pemain veteran China, Lin Dan, dengan kunjungan terakhirnya ke Kuala Lumpur memenangkan Malaysia Open pada April tahun lalu. Harapan juara Olimpiade dua kali itu untuk mencapai penampilan kelimanya di Olimpiade Tokyo mendapatkan pukulan telak setelah tersingkir di babak pertama saat menyerah di tangan Jan O Jorgensen. Dia kehabisan waktu karena saat ini berada di peringkat 22 dalam peringkat Race to Tokyo. Dia perlu melesat ke posisi 16 besar pada 30 April untuk meraih tiket.

- Para Pemain Butuh Teknologi Hawkeye (Mata Elang) di Seluruh Lapangan

PV Sindhu mendukung penuh usulan Viktor Axelsen agar BWF menerapkan teknologi Hawkeye di semua lapangan setelah menyesali penilaian hakim garis yang buruk saat kemenangan babak kedua atas Aya Ohori asal Jepang. Juara dunia asal India itu merasa bahwa wasit yang buruk bisa membuat atau menghancurkan pertandingan. Sementara hakim garis dapat membuat kesalahan karena mereka hanya manusia, memasang Hawkeye di semua lapangan akan menghilangkan kesalahan.

- Pertemuan Koo Kien Keat dan Tan Boon Heong

Mantan pasangan ganda putra peringkat 1 dunia, Koo Kien Keat dan Tan Boon Heong dipertemukan kembali di turnamen, tetapi tidak sebagai kawan. Fans melihat keduanya duduk di ujung yang berlawanan dengan canggung sebagai rival. Boon Heong memberikan bantuannya kepada pasangan profesional yang baru, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, sementara Kien Keat duduk sebagai pelatih pasangan Korea Selatan, Kim Gi Jung/Lee Yong Dae di babak perempat final Malaysia Masters 2020. Bimbingan Kien Keat berhasil ketika pasangan Korea terus melaju hingga memastikan gelar tersebut.

- Kejutan Wei Chong dan Pearly di Ganda Campuran

Kemenangan pasangan peringkat 89 dunia itu melawan pasangan peringkat 5 dunia asal Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mungkin merupakan sebuah kejutan besar, tetapi Wei Chong dan Pearly layak mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka di sektor ganda campuran. Mereka saat ini masing-masing berlatih dengan tim ganda putra serta ganda putri, dan hanya tampil di ganda campuran setiap kali mereka ditugaskan. Tetapi fakta bahwa keduanya telah memenangkan gelar Malaysia International tanpa pelatihan yang tepat menunjukkan banyak mereka mempunyai banyak potensi untuk berkembang.

Artikel Tag: Lee Zii Jia, lin dan, PV Sindhu, Malaysia Masters 2020

607  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini