Cerita Sedih Tentang Kecelakaan dan Insiden Yang Menghalangi Momota ke Olimpiade

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 14 Jan 2020, 10:15 WIB
Cerita Sedih Tentang Kecelakaan dan Insiden Yang Menghalangi Momota ke Olimpiade

Kento Momota/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Pebulutangkis tunggal putra peringkat 1 dunia asal Jepang, Kento Momota adalah favorit yang luar biasa untuk Olimpiade Tokyo dan harapan besar baginya untuk memenangkan medali emas di negara asalnya. Sepertinya emas putra tunggal adalah miliknya dengan dominasinya di dunia bulutangkis saat ini.

Tahun lalu, ia tampil di 12 final, mengantongi 11 gelar dan memecahkan rekor sebagai pemain pertama yang meraih 11 gelar dalam satu musim, memenangkan 67 dari 73 pertandingan yang dimainkan.

Momota membawa penampilan gemilangnya musim lalu dengan memenangkan turnamen Malaysia Masters yang baru saja usai dengan mengalahkan pemain peringkat 5 dunia asal Denmark, Viktor Axelsen, dengan merangkai kemenangan ke-13 kalinya secara beruntun.

Namun mimpi ke Olimpiade tiba-tiba terhentak, setidaknya untuk sementara, setelah kecelakaan di jalan saat ia dalam perjalanan ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada Senin pagi (13/1).

Mobil van yang dia tumpangi menabrak truk seberat 30 ton di KM137 MEX Highway. Juga di dalam mobil van adalah staf tim Jepang, yakni asisten pelatih Yu Hirayama dan fisioterapis Morimoto Akifumi serta pejabat teknik BWF, Hawkeye William Thomas. Pengemudi N. Bavan tewas di tempat. Untungnya, Momota dan tiga penumpang lainnya lolos dari maut dengan cedera ringan.

Momota menderita patah tulang hidung, patah tulang pipi dan menerima jahitan di bibirnya. Untungnya juara dunia dua kali itu, tidak ada cedera pada tangan dan kakinya.

Kondisinya dilaporkan stabil dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Putrajaya. Pertanyaan yang lebih besar adalah, bagaimana Momota akan pulih dari kejuaraan tersebut? Dan apakah dia telah terpengaruh secara psikologis?

Dia sudah melewatkan debut Olimpiade di Rio de Janeiro empat tahun lalu setelah "insiden" lain dan itu akan menjadi pukulan besar jika insiden ini menghambat persiapannya untuk Olimpiade.

Pada 2016, harapan Momota yang saat itu berusia 21 tahun di Malaysia Open dihentikan setelah berita tentang dia dan rekan senegaranya, Kenichi Tago terlibat perjudian di sebuah kasino ilegal di Jepang pada 2015 merebak.

Momota, yang berada di puncak karirnya pada waktu itu telah mencapai karir terbaiknya di peringkat 2 dunia kala itu, harus diterbangkan pulang karena berjudi adalah pelanggaran kriminal di Jepang.

Pelatih kepala Jepang Park Joo Bong tidak percaya tentang kemalangan yang melanda Momota, sehari setelah merayakan kemenangannya di final Malaysia Masters 2020.

"Dia baru saja menjadi juara dan akan pulang sebagai pria yang bahagia ... tiba-tiba, ini harus terjadi padanya. Ini sangat menyedihkan saya,” kata Joo Bong.

Momota, yang awalnya terdaftar untuk Indonesia Masters yang dimulai hari ini (14/1), telah mengundurkan diri dari turnamen pada awal pekan lalu karena alasan kebugaran.

Artikel Tag: kento momota, victor axelsen, kecelakaan, olimpiade tokyo 2020, Malaysia Masters 2020

6911  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini