BWF Adakan Rapat Umum dan Pembahasan Skor Penilaian Yang Diajukan Indonesia

Penulis: Yusuf Efendi
Minggu 04 Apr 2021, 06:30 WIB
BWF Adakan Rapat Umum dan Pembahasan Skor Penilaian Yang Diajukan Indonesia

Tim Indonesia/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Federasi Badminton Dunia (BWF) akan menggelar Rapat Umum BWF Tahunan (RUPST) pada tanggal 22 Mei 2021. Ini akan menjadi pertemuan ketiga dari jenisnya yang akan diadakan hampir setelah RUPS tahun lalu dan Januari Rapat Umum Luar Biasa .

Sejumlah item dalam agenda termasuk Pemilihan Dewan BWF yang dijadwalkan secara unik jatuh di tahun Olimpiade karena pandemi COVID-19 dan penundaan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020.

Akan ada pemungutan suara untuk memutuskan tiga posisi di Dewan Eksekutif yakni Presiden BWF, Wakil Presiden BWF, dan Wakil Presiden BWF-Para Bulutangkis serta untuk menentukan 20 posisi Dewan. Pemilu akan dilakukan secara virtual menggunakan sistem pemungutan suara elektronik.

Proposal yang berbeda dari Keanggotaan akan dibahas selama RUPS, terutama proposal dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Badminton Maladewa, didukung oleh Badminton Asia, untuk mengamandemen Undang-Undang Bulutangkis yang berkaitan dengan Sistem Penilaian.

Dewan telah mengajukan proposal ini dan akan dipilih oleh Keanggotaan pada bulan Mei.

Presiden BWF Poul-Erik Høyer mengatakan bahwa dia menyambut baik proposal dari Keanggotaan.

“Perubahan sistem penilaian yang diusulkan Indonesia adalah bagian dari visi saya untuk menjadikan bulu tangkis lebih menarik dan meningkatkan nilai hiburan bagi pemangku kepentingan dan penggemar," katanya.

“Terakhir kali topik ini diajukan, hal itu beresonansi dengan bagian penting dari Keanggotaan kami dengan keputusan yang sempit. Kami mengakui waktunya tidak tepat saat itu, tetapi saya senang melihat ini didorong oleh Keanggotaan sekali lagi."

“Ini hanya diusulkan untuk diperkenalkan setelah Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Jadi, saya yakin ini adalah waktu yang lebih baik untuk memengaruhi perubahan ini," tambahnya.

Perubahan sistem penilaian yang diusulkan yang perlu anda ketahui :

Proposal diajukan oleh Indonesia dan Badminton Maladewa yakni 5 game kali 11 poin.

Perubahan terkait tentang Change of Ends dan Continuous Play juga bergerak.

Jika disetujui, perubahan ini skor 5x11 ini akan diperkenalkan setelah Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020.

Badan dunia mendorong semua kelompok pemangku kepentingan dalam komunitas bulu tangkis - Asosiasi Anggota, Pemain, Pelatih dan Manajemen Tim untuk meninjau materi 2018 dan berkonsultasi secara internal dalam Federasi mereka. Informasi lebih lanjut akan diedarkan menjelang RUPST pada 22 Mei 2021.

Keanggotaan juga akan memberikan suara untuk mengkonfirmasi anggota perdana dari Panel Vetting, serta Panel Dengar Pendapat Independen (IHP) dan Presiden dan Wakil Presiden IHP.

Artikel Tag: BWF, PBSI, Indonesia, maladewa

772  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini