Berry/Hardi Terhenti di Babak Pertama Fuzhou China Open 2018

Penulis: Yusuf Efendi
Rabu 07 Nov 2018, 10:15 WIB
Berry/Hardi Terhenti di Babak Pertama Fuzhou China Open 2018

Berry Angriawan-Hardianto/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Setelah Fajar/Rian gagal melangkah lebih jauh, pasangan ganda putra Indonesia lainnya, Berry Angriawan/Hardianto harus terhenti di babak pertama turnamen Fuzhou China Open 2018 World Tour Super 750 saat kalah dari peraih medali perak Olimpiade Rio 2016 asal Malaysia, Goh V Shem/Tan We Kiong.

Berry/Hardi harus menyerah dari V Shem/We Kiong dua game langsung yang cukup ketat dengan skor 20-22 dan 18-21, dalam pertandingan yang berlangsung di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou China pada Selasa (6/11) malam waktu setempat.

Sejatinya Berry/Hardi mengawali pertandingan dengan impresif saat memimpin cukup jauh di awal laga dengan 7-1. Namun V Shem/We Kiong mampu membalikan keadaan untuk meraih tujuh angka beruntun dan menyamakan kedudukan menjadi 8-8.

Selepas itu pasangan Malaysia inipun semakin percaya diri dan membuat Berry/Hardi harus berjibaku mengamankan area permainannya. Meskipun Berry/Hardi mampu meraih game poin terlebih dahulu, namun banyaknya kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan di momen kritis memudahkan V Shem/We Kiong untuk mengejar dan memaksakan setting hingga merebut game pertama dengan 20-22.

Berry/Hardi mencoba meningkatkan tempo permainan di game kedua. Namun kemenangan game pertama membuat V Shem/We Kiong kian percaya diri mengurung pertahanan Berry/Hardi yang tampak rapuh. Banyaknya pengembalian shuttlecock yang tanggung justru menjadi sasaran empuk V Shem/We Kiong untuk meraup poin dan mengakhiri game kedua dengan 18-21, sekaligus menghentikan perlawanan Berry/Hardi di babak pertama Fuzhou China Open 2018.

"Kami sudah bisa unggul di game pertama tapi kami kurang tenang dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Saat bisa menyakan kedudukan lagi, kami malah kurang tenang lagi," ujar Hardianto.

"Lawan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri. Kekalahan tadi lebih dari faktor kami yang banyak kesalahan sendiri, sudah unggul jauh, tapi pengembalian kami banyak yang mengambang dan kami banyak mengarahkan bola ke atas, sehingga mudah untuk diserang lawan," ungkap Berry.

Artikel Tag: Berry Angriawan, Hardianto, Fuzhou China Open 2018

628  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini