Kanal

Sejarah WBC Jadi Dasar Prediksi Conor Benn Menang Ronde Keenam

Penulis: Hanif Rusli
13 Sep 2026, 09:19 WIB

Prediksi kemenangan Conor Benn tersebut mengacu pada sejarah dua kemenangan terbesar petinju Inggris di luar negeri dalam perebutan gelar WBC kelas welter. (Foto: Fight TV)

Conor Benn diprediksi mengalahkan Ryan Garcia pada ronde keenam dalam perebutan gelar kelas welter WBC di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (12/9) waktu setempat.

Prediksi tersebut mengacu pada sejarah dua kemenangan terbesar petinju Inggris di luar negeri dalam perebutan gelar WBC kelas welter.

Jurnalis tinju Declan Taylor menilai terdapat kemiripan menarik antara pertarungan Benn-Garcia dengan kemenangan John H. Stracey atas Jose Napoles pada 1975 dan Lloyd Honeyghan atas Donald Curry pada 1986.

Kedua kemenangan tersebut terjadi pada ronde keenam dan sama-sama melibatkan petinju Inggris yang menghentikan juara bertahan WBC kelas welter.

Stracey merebut gelar WBC dan gelar lineal kelas welter setelah mengalahkan Napoles di Mexico City pada 6 Desember 1975.

Napoles ketika itu merupakan juara bertahan dengan 10 kali pertahanan gelar dan menjadi favorit besar karena pengalamannya.

Stracey sempat dijatuhkan pada ronde pertama, tetapi mampu bangkit dan perlahan mengubah jalannya pertarungan.

Petinju asal London Timur itu memanfaatkan jab untuk terus melukai wajah Napoles.

Pada ronde keenam, wasit Octavio Meyran menghentikan pertarungan setelah Stracey menghujani sang juara dengan pukulan saat terdesak di tali ring.

Stracey menjadi petinju Inggris pertama yang merebut gelar dunia di tanah Meksiko. Napoles tidak pernah bertanding lagi setelah kekalahan tersebut.

Sebelas tahun kemudian, Honeyghan menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan Curry di Atlantic City.

Curry berstatus petinju nomor satu pound-for-pound saat itu, memiliki rekor 25-0 dengan 20 kemenangan melalui knockout dan baru saja menyatukan gelar kelas welter.

Honeyghan yang ketika itu memegang gelar Inggris, Eropa, dan Persemakmuran justru dianggap tidak diunggulkan.

Namun, ia tampil agresif sejak ronde awal dan terus menekan Curry.

Pada ronde keenam, Curry mengalami luka di sekitar mata kirinya. Setelah pemeriksaan dokter di jeda pertandingan, laga dihentikan sebelum ronde ketujuh dimulai.

Kemenangan tersebut membuat Honeyghan menjadi juara dunia kelas welter sejati.

Pertarungan itu juga menginspirasi Nigel Benn untuk memulai karier profesionalnya empat bulan kemudian.

Menurut Taylor, Garcia memang belum memiliki reputasi seperti Napoles atau Curry, tetapi tetap berstatus juara bertahan WBC dan menjadi favorit menghadapi Conor Benn di Las Vegas.

Dengan mempertimbangkan sejarah tersebut, Taylor memprediksi Conor Benn mampu mengalahkan Garcia pada ronde keenam, menyamai dua kemenangan bersejarah petinju Inggris dalam perebutan gelar WBC kelas welter di luar negeri.

Artikel Tag: Ryan Garcia, conor benn

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru