Ryan Garcia Incar Momentum usai Karier Penuh Kemunduran
Menurut Ryan Garcia, berbagai kemunduran yang dialaminya justru membentuk dirinya menjadi petinju yang lebih kuat. (Foto: Fight TV)
Ryan Garcia bertekad melanjutkan kebangkitan kariernya dengan mengalahkan Conor Benn dalam pertarungan perebutan gelar kelas welter WBC di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (12/9).
Juara dunia kelas welter tersebut akan mempertahankan sabuknya untuk pertama kali sejak merebut gelar dari Mario Barrios.
Ryan Garcia menyatakan dirinya siap memberikan penampilan terbaik dan menghentikan Benn, yang dikenal dengan julukan “The Destroyer”.
“Saya akan masuk ke ring dan menghancurkan orang ini. Ini akan menjadi penampilan yang benar-benar luar biasa. Dia tidak cukup bagus untuk mengalahkan saya. Itulah kenyataan pahit baginya dan kenyataan manis bagi saya,” kata Garcia dalam program persiapan pertarungan.
Garcia, 25-2 dengan 20 kemenangan knockout, datang dengan kondisi mental yang dinilainya lebih matang setelah melalui sejumlah masalah dalam kariernya.
Ia pernah kalah dari Gervonta Davis dan Rolando Romero, serta dinyatakan positif menggunakan zat terlarang setelah pertarungannya melawan Devin Haney.
Namun, Garcia bangkit dalam penampilan terakhirnya dengan menjatuhkan dan mendominasi Barrios untuk merebut gelar WBC kelas welter.
Menurut Ryan Garcia, berbagai kemunduran yang dialaminya justru membentuk dirinya menjadi petinju yang lebih kuat.
“Karier saya dipenuhi kemunduran. Semua itu menguji setiap bagian dari diri saya. Tetapi saya selalu menemukan jalan untuk kembali. Banyak introspeksi yang saya lakukan, dan sekarang ini adalah evolusi saya berikutnya,” ujar Garcia.
Ia mengatakan perubahan mental terjadi ketika mempersiapkan diri menghadapi Barrios. Dalam kondisi merasa terdesak, Garcia mengaku memilih disiplin dan kembali menjalani kehidupan sebagai petinju profesional.
Kemenangan atas Benn akan menjadi modal penting bagi Garcia untuk mengejar pertarungan unifikasi melawan juara WBA Teofimo Lopez. Garcia bahkan menilai Lopez sebagai lawan yang lebih layak dibanding Benn.
Garcia juga mengklaim Benn belum memahami sepenuhnya kemampuan dan kecintaannya terhadap olahraga tinju. Ia yakin pengalaman serta pengetahuannya mengenai olahraga tersebut akan menjadi pembeda.
Benn, yang memiliki rekor 25-1 dengan 14 knockout, terakhir bertarung di kelas 150 pound dan menang angka mutlak atas Regis Prograis pada April. Sebelumnya, ia bermain imbang dalam perseteruan melawan Chris Eubank Jr. pada 2025.
Pertarungan melawan Garcia akan menjadi laga pertama Benn di batas kelas welter sejak April 2022.
Artikel Tag: Ryan Garcia, conor benn, Regis Prograis