Arthur Fils Belajar Untuk Lebih Dengarkan Tubuhnya, Klaim Sang Pelatih
Arthur Fils [image: USTA]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Prancis, Arthur Fils telah kembali menemukan ritme permainan yang berharga setelah berbulan-bulan terganggu oleh cedera.
Mulai dari keberhasilannya meraih gelar Masters pertama dalam kariernya di Cincinnati Open hingga keputusannya melewatkan French Open serta peran Goran Ivanisevic, timnya membeberkan berbagai keputusan yang kembali memicu kebangkitannya.
Petenis berusia 22 tahun menjalani rangkaian turnamen hard-court pada paruh kedua di Amerika Utara dengan hasil yang beragam. Setelah memenangkan gelar Masters pertama dalam kariernya di Cincinnati, ia malah tersingkir dari babak pertama US Open melawan petenis berkebangsaan Yunani, Stefanos Tsitsipas.
Namun di luar hasil-hasil tersebut, kemampuannya untuk tampil secara beruntun dalam beberapa pertandingan memberikan kepuasan tersendiri setelah sempat terganggu oleh cedera selama beberapa bulan.
Pada bulan Agustus, petenis peringkat 11 dunia melakoni 11 pertandingan, sebuah bukti kembalinya konsistensi permainannya. Kemajuan tersebut terutama berkaitan dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi tubuhnya, sebagaimana dijelaskan oleh pelatih fisiknya, Lapo Becherini, dalam sebuah wawancara dengan Ubitennis.
Becherini secara khusus menyoroti keputusan Fils untuk tidak berkompetisi di French Open musim ini. Meskipun tengah dalam performa gemilang — berbekal gelar juara di Barcelona dan pencapaian semifinal di Madrid — pihak petenis berkebangsaan Prancismemilih untuk tidak mengambil risiko.
"Setelah mengalami cedera panjang, Arthur kini lebih mampu mendengarkan kondisi tubuhnya. Kesadaran tubuh yang lebih baik ini memberikan informasi yang kami analisis secara sistematis bersama tim medis," jelas pelatih fisik asal Italia tersebut.
Beberapa pekan sebelum French Open, sejumlah masalah fisik ringan menghalangi petenis yang telah mengantongi lima gelar turnamen ATP untuk menyelesaikan porsi latihan yang dianggap perlu agar bisa bersaing dalam format pertandingan lima set terbaik.
"Meskipun Arthur tengah bermain dengan performa luar biasa, kami sepakat untuk tidak mengambil risiko demi menjaga kelangsungan sisa musim kompetisi,” tambah Becherini.
Keputusan tersebut terasa sangat berat bagi seorang petenis berkebangsaan Prancis, mengingat turnamen penting di kandang sendiri sudah tinggal menghitung hari.
"Menurut saya, itu adalah keputusan yang bijak dan penuh pertimbangan, terutama karena keputusan tersebut sulit diambil mengingat kewarganegaraannya," sambung Becherini.
Pelatih kebugaran tersebut juga menyoroti dampak kehadiran Ivanisevic, yang baru saja bergabung dengan tim Fils. Menurutnya, mantan pelatih Novak Djokovic tidak hanya membantu sang petenis untuk berkembang, tetapi juga mengangkat level semua orang di sekitarnya.
"Sejak bergabung dengan tim Arthur, Goran telah membuktikan dirinya sebagai sosok profesional yang luar biasa. Pelatih sekaliber itu memiliki kemampuan untuk meningkatkan level tidak hanya bagi petenisnya, tetapi juga bagi seluruh tim, terutama berkat pengalaman dan pengetahuannya,” komentar Becherini tentang Ivanisevic.
"Menurut saya, ia adalah sosok yang sangat tulus dan ketulusan itu tidak selalu dihargai. Berbeda dengan kebanyakan petenis, kami beruntung bisa berbicara secara terbuka dan jujur dengan Arthur — baik itu untuk menyampaikan pujian maupun perbedaan pendapat — tanpa perlu khawatir akan memicu konflik atau perdebatan."
Setelah melewati masa yang diwarnai berbagai cedera, Fils tampaknya telah berhasil memperbaiki cara ia menjaga kondisi tubuh dan mengelola lingkungannya. Ini merupakan langkah krusial jika ia ingin mengukuhkan posisinya secara konsisten di jajaran petenis terbaik.
Artikel Tag: French Open, Cincinnati Open, Stefanos Tsitsipas, Arthur Fils