Alexander Zverev Cetak Pencapaian Langka Di Grand Slam Musim 2026
Alexander Zverev [image: getty images]
Berita Tenis: Alexander Zverev telah membawa kariernya ke tingkat yang lebih tinggi pada musim 2026 dengan meraih gelar Grand Slam pertama dalam kariernya serta semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam dunia tenis putra.
Petenis berkebangsaan Jerman juga telah menorehkan pencapaian yang menyoroti fleksibilitas permainannya. Ia berhasil menembus tiga final Grand Slam di tiga jenis permukaan lapangan yang berbeda dalam satu musim yang sama.
Petenis peringkat 2 dunia memenangkan gelar Grand Slam untuk kali pertama dalam kariernya di clay-court, French Open (mengalahkan Flavio Cobolli), melaju ke final Grand Slam grass-court di Wimbledon (kalah dari Jannik Sinner dan — setelah mengalahkan Karen Khachanov di semifinal — ia kini telah memastikan satu tempat di final Grand Slam hard-court, US Open untuk kali kedua, di mana ia akan menghadapi petenis tuan rumah, Ben Shelton.
Sejak US Open beralih menggunakan hard-court pada musim 1978, Grand Slam telah dimainkan di tiga jenis permukaan lapangan yang berbeda setiap musimnya. Sebelum Zverev menorehkan pencapaian tersebut, hanya 11 petenis putra yang berhasil menembus final Grand Slam di ketiga jenis lapangan yang berbeda dalam satu musim yang sama. Segelintir petenis elite tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu mereka semua mengakhiri karier sebagai juara Grand Slam lebih dari satu kali dan menjadi anggota "Klub Nomor 1 ATP".
Meskipun peraih medali emas Olimpiade tahun 2021 di Tokyo belum berhasil mewujudkan salah satu ambisi terbesarnya untuk bertengger di posisi puncak, pencapaian terbarunya menjadi bukti nyata betapa pesat kemajuan yang telah dicapainya.
Mulai dari sosok perintis seperti Bjorn Borg pada akhir musim 70-an, hingga nama-nama seperti John McEnroe, Ivan Lendl, Jim Courier, dan Andre Agassi, mereka semua menunjukkan kemampuan alami untuk bersaing memperebutkan gelar juara di berbagai jenis lapangan.
Pada abad ini, seluruh anggota Empat Besar (Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Andy Murray) juga berhasil menorehkan prestasi serupa di masa kejayaan mereka. Adapun petenis terkini yang mencatatkan pencapaian tersebut adalah Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner.
Kini, setelah menorehkan pencapaian tersebut, petenis berkebangsaan Jerman memiliki kesempatan untuk menuntaskan misi yang tertunda di New York. Enam musim lalu di final US Open musim 2020, iia sempat unggul dua set, tetapi gelar juara akhirnya lepas dari genggamannya dan jatuh ke tangan Dominic Thiem.
Di final US Open musim ini, Zverev akan melangkah ke Arthur Ashe Stadium demi memburu gelar juara dengan kepercayaan diri yang melambung tinggi. Kali ini, keberadaannya di final Grand Slam bukanlah sekadar keberuntungan sesaat. Di usia 29 tahun yang merupakan masa puncak kariernya, ia kini dapat menengok kembali perjalanan kariernya dan menyadari bahwa ia memiliki bakat yang cukup besar untuk mendominasi permainan di berbagai jenis lapangan, layaknya para legenda tenis dunia.
Artikel Tag: wimbledon, French Open, US Open, alexander zverev, Ben Shelton