Stan Wawrinnka Jadi Petenis Putra Tertua Yang Menangkan US Open Pertama
Stan Wawrinka [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Jerman, Alexander Zverev merupakan juara US Open musim 2026 usai ia mengaramkan Ben Shelton dengan empat set di partai puncak.
Gelar Grand Slam di New York kini bersanding dengan gelar French Open yang petenis berusia 29 tahun menangkan pada bulan Juni.
Dengan pencapaian tersebut, petenis peringkat 2 dunia juga menjadi petenis putra tertua kedua yang memenangkan gelar US Open nomor tunggal pertamanya. Lalu, siapakah petenis putra tertua yang berhasil mencatatkan prestasi tersebut?
Jawabannya adalah Stan Wawrinka yang memenangkan gelar Grand Slam ketiga sekaligus kali terakhir dalam kariernya di New York musim 2016.
Wawrinka yang berusia 31 tahun 154 hari saat memasuki Grand Slam tersebut, menaklukkan petenis berkebangsaan Serbia, Novak Djokovic di partai puncak.
"Ini luar biasa," seru Wawrinka setelah meraih kemenangan di Arthur Ashe Stadium. "Saya datang ke sini tanpa target untuk menjadi juara, namun saya melangkah ke lapangan dengan tekad untuk memenangkan pertandingan."
“Saya banyak bermain tenis dan kini saya benar-benar terkuras habis. Begitu banyak emosi yang melibatkan penonton, atmosfer, dan stadion, ini sungguh malam yang luar biasa.”
Menurut OptaAce, Zverev berusia 29 tahun 132 hari saat dimulainya US Open musim 2026.
Sementara itu, petenis berkebangsaan Swiss mengakhiri kiprahnya di Grand Slam dengan melakoni US Open musim ini. Petenis berusia 41 tahun kalah di pertama dari petenis berkebangsaan Italia, Matteo Berrettini. Ia dijadwalkan pensiun dari karier tenis profesionalnya pada akhir musim ini.
Petenis berkebangsaan Jerman, Zverev tampil di US Open untuk kali pertama pada musim 2014. Ia meraih kemenangan dalam pertandingan perdananya dengan mengalahkan petenis berkebangsaan Jepang, Yasutaka Uchiyama di babak pertama kualifikasi. Ia kemudian kalah di babak kedua dari Marsel İlhan.
12 bulan kemudian, petenis peringkat 2 dunia berhasil lolos ke babak utama, tetapi kalah di babak pertama dari petenis unggulan ke-29 sekaligus rekan senegaranya, Philipp Kohlschreiber. Ia mencatatkan kemenangan pertamanya di babak utama pada musim 2016 dengan mengalahkan Daniel Brands.
Empat musim kemudian, Zverev tampil di final Grand Slam pertaman dalam kariernya di New York. Tetapi ia menyia-nyiakan keunggulan dua set saat menghadapi mantan petenis berkebangsaan Austria, Dominic Thiem dan akhirnya kalah dengan lima set.
Musim ini, Zverev telah menuntaskan trauma masa lalu tersebut berkat kemenangannya pada hari Minggu (13/9) atas petenis tuan rumah, Ben Shelton.
Artikel Tag: Dominic Thiem, Stan Wawrinka, US Open, alexander zverev, Ben Shelton