Mondo Duplantis Hampir Pecahkan Rekor Dunia Lompat Galah di Lausanne
Mondo Duplantis mencatat lompatan 6,21 meter sebelum dua kali gagal melewati mistar setinggi 6,32 meter yang menjadi target rekor dunia baru. (Foto: AP)
Mondo Duplantis kembali menunjukkan dominasinya dalam nomor lompat galah setelah meraih kemenangan di ajang Diamond League Lausanne, Kamis (20/8).
Juara Olimpiade dan dunia itu mencatat lompatan 6,21 meter sebelum dua kali gagal melewati mistar setinggi 6,32 meter yang menjadi target rekor dunia baru.
Mondo Duplantis menyebut kompetisi yang berlangsung di venue sementara dekat Olympic Museum tersebut sebagai salah satu persaingan lompat galah terbaik yang pernah diikutinya.
Atmosfer penonton di tepi Danau Jenewa juga membuat pertandingan berlangsung meriah selama sekitar dua setengah jam.
Atlet asal Swedia itu melewati ketinggian 6,21 meter dalam percobaan pertama. Ia juga berhasil melewati enam ketinggian berbeda tanpa sekali pun gagal pada percobaan pertama.
Catatan 6,21 meter menjadi lompatan terbaik Mondo Duplantis sejak Maret. Pada bulan tersebut, ia memperbaiki rekor dunia miliknya menjadi 6,31 meter dalam ajang indoor di Swedia, negara asalnya.
Setelah memastikan kemenangan, Duplantis mencoba kembali mencetak rekor dunia dengan memasang mistar pada ketinggian 6,32 meter.
Namun, dua percobaannya belum berhasil melewati mistar tersebut.
Rekor dunia 6,31 meter yang dibuat Duplantis pada Maret masih menjadi batas tertinggi dalam sejarah nomor lompat galah putra.
Persaingan di Lausanne juga menghadirkan rekan sekaligus rival dekat Duplantis, Emmanouil Karalis.
Atlet Yunani tersebut berhasil melewati ketinggian 6,16 meter. Karalis kemudian mencoba mencetak rekor pribadi dengan lompatan 6,21 meter, tetapi gagal pada percobaan keduanya.
Tiga atlet lainnya berhasil melewati 5,91 meter. Catatan tersebut bahkan cukup untuk meraih medali perunggu pada Olimpiade Paris 2024.
Dalam ajang tersebut, Duplantis mencetak rekor dunia 6,25 meter, sedangkan peraih medali perak Sam Kendricks melewati 5,95 meter.
Empat atlet lainnya, termasuk Kendricks, juga berhasil melewati mistar setinggi 5,81 meter dalam kompetisi Lausanne.
Lompat galah putra di venue dekat Danau Jenewa telah menjadi agenda pembuka tradisional sebelum pertemuan utama Athletissima yang digelar sehari kemudian.
Pada Jumat (21/8), perhatian akan beralih ke nomor 800 meter putri.
Bintang Swiss Audrey Werro menjadi salah satu atlet yang dinantikan saat berupaya mengejar rekor dunia tertua di lintasan, yang telah bertahan selama 43 tahun.
Werro kini tercatat sebagai pelari tercepat ketiga sepanjang sejarah nomor tersebut.
Artikel Tag: Lompat Galah, Mondo Duplantis, Diamond League