Kanal

Armand Duplantis Akhiri Rekor Kemenangan Beruntun di Stockholm

Penulis: Hanif Rusli
09 Jun 2026, 22:05 WIB

Pada pertandingan di Stadion Olimpiade Stockholm, Armand Duplantis hanya mampu melewati ketinggian 5,80 meter. (Foto: AP)

Armand Duplantis akhirnya merasakan kekalahan untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun setelah gagal menjadi juara pada ajang Diamond League Stockholm, Minggu (7/6) waktu setempat.

Atlet lompat galah asal Swedia yang akrab disapa "Mondo" itu harus puas finis di posisi kedua setelah dikalahkan wakil Australia, Kurtis Marschall, dalam kompetisi yang berlangsung di hadapan publik tuan rumah.

Hasil tersebut mengakhiri rangkaian luar biasa Armand Duplantis yang sebelumnya mencatat 40 kemenangan beruntun sejak 2023.

Kekalahan itu juga menjadi momen langka bagi atlet berusia 26 tahun tersebut yang selama beberapa musim terakhir mendominasi nomor lompat galah dunia.

Pada pertandingan di Stadion Olimpiade Stockholm, Armand Duplantis hanya mampu melewati ketinggian 5,80 meter.

Ia kemudian gagal dalam dua percobaan di ketinggian 6,00 meter dan satu percobaan pada 6,05 meter.

Catatan tersebut jauh di bawah rekor dunia miliknya sendiri yang saat ini berada di angka 6,31 meter. Sepanjang kariernya, Duplantis telah memecahkan rekor dunia sebanyak 15 kali.

Sementara itu, Marschall tampil konsisten dan berhasil memastikan kemenangan setelah melewati mistar setinggi 5,90 meter.

Hasil tersebut cukup untuk mengantarkannya meraih gelar juara sekaligus menghentikan dominasi panjang Duplantis.

Usai perlombaan, Armand Duplantis mengakui bahwa dirinya tidak tampil dalam kondisi terbaik.

"Saya merasa sedikit kehilangan fokus hari ini," kata Duplantis kepada wartawan.

Meski kecewa, peraih dua medali emas Olimpiade itu tidak mencari alasan atas kekalahannya. Ia justru memberikan apresiasi kepada Marschall yang tampil lebih baik.

"Selamat untuk Kurtis. Dia mengalahkan saya secara adil dan saya tidak punya alasan apa pun," ujarnya.

Duplantis bahkan mencoba melihat sisi positif dari hasil tersebut. Atlet yang akan segera melangsungkan pernikahan itu sempat bercanda mengenai keberuntungannya di luar arena.

"Anda bisa beruntung dalam urusan cinta atau beruntung dalam hidup. Pernikahan saya sudah dekat, jadi mungkin ini sisi positif dari semuanya," katanya sambil tersenyum.

Menariknya, ajang di Stockholm merupakan kompetisi luar ruangan pertama yang diikuti Duplantis pada musim 2026.

Meski gagal menang, ia mengaku tidak terlalu terkejut karena menyadari suatu saat rangkaian kemenangan panjangnya pasti akan berakhir.

"Sudah waktunya untuk kalah. Sudah sangat lama. Saya sendiri sulit membayangkan bisa menang 40 kali berturut-turut," kata Duplantis.

Meski demikian, ia tetap menyesalkan bahwa kekalahan tersebut terjadi di Stockholm, kota yang memiliki arti khusus baginya.

"Ini sangat luar biasa, tetapi rasanya juga aneh karena saya kalah di Stockholm, yang merupakan kompetisi paling penting dalam setahun bagi saya," tambahnya.

Kekalahan tersebut tidak mengubah status Duplantis sebagai atlet lompat galah terbaik dunia saat ini.

Namun, hasil di Stockholm menjadi pengingat bahwa bahkan atlet paling dominan sekalipun tetap bisa menghadapi hari ketika performanya tidak berada di level terbaik.

Artikel Tag: Lompat Galah, Armand Duplantis, Diamond League

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru