Kanal

Klaim Gelar Secara Beruntun, Andrey Rublev Merasa Tak Percaya Dan Harus Tetap Berkembang

Penulis: Dian Megane
26 Mar 2020, 19:14 WIB

Andrey Rublev ketika memenangkan Qatar Open 2020

Berita Tenis: Hanya satu musim lalu, Andrey Rublev berada di luar peringkat 100 besar dan berjuang demi menemukan performa terbaik setelah mengalami cedera punggung cukup parah setelah Monte Carlo musim 2018.

Petenis berkebangsaan Rusia, Rublev mulai mengalami peningkatan pada peringkatnya setelah melaju ke final di Hamburg pada Juli lalu, menundukkan Roger Federer dalam perjalanan ke perempatfinal di Cincinnati, dan melenggang ke babak 16 besar di US Open.

Petenis asli Moskow, Rublev lalu memenangkan gelar dari turnamen yang digelar di kota kelahirannya, menutuo musim 2019 dengan empat kemenangan bagi Rusia di Davis Cup Finals, dan berharap hal yang sama terjadi di ATP Cup pada awal Januari lalu.

Namun daripada Rublev, Rusia lebih memilih Daniil Medvedev dan Karen Khachanov untuk turun di ATP Cup. Oleh karenanya, Rublev memilih Doha sebagai pemberhentian pertama pada musim 2020 dan mengalahkan empat petenis demi memenangkan gelarnya.

Rublev mengulangi hal yang sama di Adelaide satu pekan setelahnya, sehingga mengantongi 15 kemenangan secara beruntun sebelum kalah dari Alexander Zverev di babak keempat Australian Open.

Bertekad untuk mengembangkan permainan, Rublev bekerja keras selama masa off-season dan kerja kerasnya terbayar pada awal musim ini. Ia menjadi salah satu dari tiga petenis yang musim ini memenangkan dua gelar (Novak Djokovic dan Gael Monfils) dan berharap lebih ketika turnamen tenis dilanjutkan setelah saat ini ditangguhkan setidaknya sampai Juni mendatang akibat virus corona.

“Saya mengawali musim ini dengan luar biasa. Tidak bisa dipercaya,” seru Rublev kepada ATP Uncovered.

“Rasanya sedikit aneh, karena selama pra-musim saya berpikir, ‘Saya tidak cukup berlatih, saya harus berlatih dengan lebih keras dan lebih baik’. Jika saya ingin berada di level yang baik, saya membutuhkan sesuatu yang lebih baik, bersikap lebih positif, dan bermain lebih cerdas.”

“Ketika saya mengawali musim ini, semuanya lebih dari baik-baik saja. Saya berusaha untuk bekerja keras setiap harinya dan tidak mengharapkan apapun. Tentu target saya adalah mencapai hasil sebaik mungkin, tetapi saya tidak memikirkannya, hanya bekerja keras secara regular.”

“Jika saya kalah di babak pertama, setidaknya saya tahu bahwa saya telah melakukan yang terbaik. Jika saya melakukan yang terbaik dan saya lolos ke babak ketiga atau keempat, itu bahkan lebih baik. Saya ingat ketika saya menang di Doha, sebagian besar tim saya memberi tahu saya untuk mundur dari Adelaide.”

“Tetapi saya ingin tetap tiba di sana dan melihat bagaimana perasaan saya atau apakah saya memiliki cukup waktu untuk mundur jika ada masalah fisik apapun. Saya mulai bermain dengan lebih baik dan akhirnya memenangkan gelar.”

“Setiap orang memiliki masalah sendiri yang harus mereka hadapi dan belajar mengatasinya agar mereka bisa tumbuh dewasa. Saya belum pernah memenangkan dua gelar dalam satu musim dan saya memenangkannya secara beruntun, meski saya harus menerima bahwa hal itu tidak selalu terjadi karena banyak hal yang masih harus saya latih.”

“Hal paling penting bagi saya adalah menemukan cara untuk mengatasi hari atau pekan yang buruk dan meningkatkan mentalitas sebagai bagian dari permainan saya. Apapun yang terjadi, tetap positif dan lakukan yang terbaik, sesederhana itu. Target utama musim ini adalah tetap kuat secara mental dan tetap positif setiap harinya.”

Artikel Tag: Tenis, qatar open, Adelaide International, Andrey Rublev

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru