Jake Paul Terdepak dari Peringkat WBA Usai Kekalahan Telak dari Joshua
Kini, dengan status peringkat WBA yang hilang, masa depan Jake Paul di jalur perebutan gelar kembali menjadi tanda tanya. (Foto: Fight TV)
Kiprah petinju yang beralih dari YouTuber, Jake Paul di dunia tinju profesional kembali mendapat pukulan besar.
Ia resmi terlempar dari daftar peringkat kelas penjelajah (cruiserweight) World Boxing Association (WBA) setelah menelan kekalahan telak dari mantan juara dunia kelas berat, Anthony Joshua, pada Desember lalu.
Dalam pembaruan peringkat yang dirilis WBA akhir tahun, nama Paul tidak lagi tercantum di posisi 15 besar kelas cruiserweight.
Padahal, sebelum naik ring melawan Joshua di Miami, Paul masih berada di peringkat ke-15. Kekalahan tersebut terbukti berdampak langsung pada statusnya di badan tinju dunia.
Laga melawan Joshua sendiri berakhir pahit bagi Jake Paul. Bertarung di kelas berat, ia dihentikan pada ronde keenam setelah beberapa kali terjatuh akibat tekanan dan kekuatan pukulan Joshua.
Pertarungan itu juga meninggalkan cedera serius: rahang Paul patah di dua tempat dan memaksanya menjalani operasi untuk pemulihan.
Sebelum kekalahan tersebut, Jake Paul (12-2, 7 KO) sempat menikmati momentum positif.
Ia masuk peringkat WBA cruiserweight pada Juli 2025 di posisi ke-14, tak lama setelah mengalahkan Julio César Chávez Jr. melalui keputusan mutlak.
Kemenangan atas petinju veteran berusia 39 tahun itu membuat Paul memenuhi syarat untuk menantang gelar dunia, sebuah pencapaian signifikan bagi petinju dengan latar belakang non-tradisional.
Namun alih-alih melanjutkan karier di kelas penjelajah, Paul memilih mengambil tantangan besar dengan naik ke kelas berat untuk menghadapi Joshua.
Keputusan itu dinilai berisiko tinggi, dan hasil di ring membuktikan perbedaan level serta pengalaman kedua petinju.
Dalam wawancara setelah laga, Paul mengakui kerasnya pertarungan tersebut, meski tetap mencoba melihat sisi positif. Ia mengklaim sempat memenangkan dua ronde dan bahkan sempat “menggoyahkan” Joshua.
Paul juga menyebut faktor mental, perbedaan ukuran tubuh, serta kurangnya waktu persiapan fisik sebagai kendala utama. Ia menilai pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga, meski tak menutupi rasa kecewanya.
Kini, dengan status peringkat WBA yang hilang, masa depan Jake Paul di jalur perebutan gelar kembali menjadi tanda tanya.
Posisinya di 15 besar WBA diambil alih oleh petinju Bosnia, Edin Puhalo, yang naik ke daftar peringkat di bawah juara dunia WBA Gilberto “Zurdo” Ramirez.
Rekor profesional Paul kini berdiri di angka 12 kemenangan dan dua kekalahan, dengan kekalahan lainnya datang dari Tommy Fury pada Februari 2023.
Meski demikian, popularitas besar dan daya tarik komersialnya masih menjadikannya figur penting dalam dunia tinju modern.
Bagi Jake Paul, kehilangan peringkat WBA bukan akhir dari segalanya, tetapi menjadi pengingat keras bahwa jalan menuju legitimasi di tinju profesional menuntut konsistensi, pilihan langkah yang tepat, dan kesiapan menghadapi konsekuensi di level tertinggi olahraga ini.
Artikel Tag: Jake Paul