Wyndham Clark Perlebar Keunggulan di Putaran Ketiga U.S. Open
Wyndham Clark membukukan skor par 70 sehingga total mencatat 7-under 203, skor 54 hole terendah yang pernah dibukukan di Shinnecock Hills. (Foto: AP)
Wyndham Clark semakin dekat untuk merebut gelar U.S. Open keduanya setelah memperlebar keunggulan menjadi enam pukulan pada akhir putaran ketiga di Shinnecock Hills, Sabtu (20/6) waktu setempat.
Clark membukukan skor par 70 sehingga total mencatat 7-under 203.
Torehan tersebut menjadi skor 54 hole terendah yang pernah dibukukan di Shinnecock Hills dan menempatkannya di posisi terdepan menjelang putaran final.
Pegolf Amerika Serikat itu tampil solid di tengah lapangan yang kembali menunjukkan tingkat kesulitannya.
Wyndham Clark membuat empat penyelamatan par penting dalam rentang lima hole, sebelum menghasilkan pukulan 3-wood luar biasa di hole ke-16 par-5.
Bola mendarat hanya sekitar empat kaki dari lubang dan membawanya mencatat satu-satunya eagle yang tercipta di hole tersebut sepanjang pekan ini.
Meski menutup ronde dengan bogey di hole ke-18, keunggulan Clark tetap bertambah setelah para pesaingnya gagal memangkas jarak secara signifikan.
Scottie Scheffler menjadi pesaing terdekat setelah mencatat skor 69, salah satu dari hanya dua ronde di bawah par sepanjang hari.
Pegolf nomor satu dunia itu tampil impresif di sembilan hole terakhir dengan mencetak tiga birdie beruntun dan menyelesaikan back nine dengan 32 pukulan.
Meski demikian, Scheffler kini menghadapi tantangan besar. Dalam sejarah 125 edisi U.S. Open, belum pernah ada pegolf yang gagal mempertahankan keunggulan lebih dari lima pukulan menjelang putaran terakhir.
Di seluruh turnamen major, hanya Greg Norman yang pernah kehilangan keunggulan enam pukulan saat Masters 1996.
Xander Schauffele menilai peluang Clark sangat besar selama mampu bermain stabil pada putaran penentuan.
"Semua ada di tangan Wyndham. Jika dia bermain solid dan mencatat skor par atau sedikit di atasnya, dia akan memenangkan turnamen ini," ujar Schauffele, yang kehilangan momentum setelah membuat dua double bogey di sembilan hole terakhir.
Wyndham Clark juga berpeluang menjadi pegolf pertama dalam 12 tahun yang memimpin U.S. Open sejak putaran pertama hingga finis sebagai juara atau wire-to-wire champion.
Menariknya, ia mengaku belum menampilkan permainan terbaiknya meski terus memperlebar keunggulan setiap hari, dari dua pukulan setelah ronde pertama, empat pukulan setelah ronde kedua, hingga enam pukulan menjelang final.
Di belakang Clark dan Scheffler, Sam Stevens, Tom Kim, dan Sahith Theegala sama-sama menempati posisi berikutnya dengan total 1-under 209.
Keith Mitchell berada delapan pukulan di belakang pemuncak klasemen setelah kembali membukukan skor 70.
Putaran final pada Minggu akan menjadi kesempatan bagi Wyndham Clark untuk menambah koleksi gelar U.S. Open setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2023 di Los Angeles Country Club.
Sementara itu, Scheffler masih menjaga asa membalikkan keadaan demi meraih Grand Slam kariernya.
Artikel Tag: US Open, PGA tour, Wyndham Clark