LIV Golf Tentukan Masa Depan pada Akhir Oktober: Berhenti atau LIV Golf 2.0
Pengacara LIV Golf Robert Fitzgerald mengkritik keputusan DP World Tour yang tidak akan memberikan keanggotaan kepada pegolf yang bergabung dengan LIV Golf 2.0 pada musim 2027. (Foto: Golf Digest)
LIV Golf akan mengetahui kepastian masa depan liganya pada akhir Oktober, apakah menghentikan operasional atau melanjutkan kompetisi melalui format baru LIV Golf 2.0.
Hal tersebut disampaikan pengacara liga itu, Robert Fitzgerald, dalam sidang kepailitan di Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat untuk New Jersey pada Rabu (14/10).
Dalam persidangan di hadapan Hakim Michael B. Kaplan, Fitzgerald juga mengkritik keputusan DP World Tour yang tidak akan memberikan keanggotaan kepada pegolf yang bergabung dengan LIV Golf 2.0 pada musim 2027.
Dia menilai kebijakan tersebut merupakan upaya untuk mengganggu proses restrukturisasi LIV Golf dan menimbulkan kekhawatiran terkait persaingan usaha.
CEO DP World Tour Guy Kinnings sebelumnya mengatakan kepada BBC Sport pada Senin bahwa pihaknya tidak akan lagi memberikan status bersyarat kepada pemain yang mengikuti kedua tur.
Pegolf harus mengajukan keanggotaan DP World Tour paling lambat 16 November.
Kebijakan itu berdampak pada pemain seperti Jon Rahm dan Tyrrell Hatton, yang sebelumnya memiliki keanggotaan di kedua tur sehingga tetap memenuhi syarat untuk mewakili Eropa dalam Ryder Cup.
“Kami terus memantau situasi ini dengan sangat cermat dan sejujurnya cukup mengkhawatirkannya. Kami mempertahankan seluruh hak dan upaya hukum terkait pernyataan tersebut. Waktunya, khususnya, terlihat sebagai upaya jelas untuk mengganggu proses kami, para pemain, dan kemungkinan keseluruhan restrukturisasi,” kata Fitzgerald.
Kaplan mengakui telah membaca dan mendengar pernyataan Kinnings serta menyebutnya menimbulkan kekhawatiran.
Fitzgerald menambahkan bahwa keputusan tersebut memunculkan persoalan persaingan usaha yang menurut LIV Golf telah muncul sebelumnya, yakni ketika tur-tur pesaing berupaya membatasi kesempatan pemain untuk berkompetisi di LIV Golf.
Pada sidang yang sama, Kaplan menyetujui permohonan LIV Golf untuk membatalkan 19 kontrak pemain yang berlaku saat ini.
Liga tersebut menyatakan kontrak-kontrak itu tidak sesuai dengan struktur kompensasi yang direncanakan untuk LIV Golf 2.0.
Nama-nama dalam daftar tersebut mencakup Bryson DeChambeau, Dustin Johnson, Cameron Smith, dan Bubba Watson.
Pembatalan kontrak lama dinilai penting agar LIV Golf dapat merundingkan kesepakatan baru dengan para pemain.
Kaplan juga menyetujui perubahan perjanjian dukungan restrukturisasi yang memungkinkan BC Partners menyediakan pembiayaan hingga 300 juta dolar AS, termasuk pinjaman awal empat juta dolar AS untuk menopang operasional selama proses kepailitan Bab 11.
Dalam rencana kepemilikan baru, para pegolf akan memperoleh 52,5 persen saham liga, sedangkan BC Partners dan calon investor minoritas mendapat 45 persen. Manajemen akan memegang sisanya, yakni 2,5 persen.
Namun, sejumlah pemain mulai menjauh. Pengacara Rahm sebelumnya menyatakan bahwa juara dua turnamen major itu tidak akan bergabung dengan LIV Golf 2.0.
David Puig dan Abraham Ancer juga dilaporkan akan meninggalkan liga, sementara Smith, Marc Leishman, dan Harold Varner III meminta pembebasan kontrak untuk menjajaki peluang lain.
Perwakilan kelompok pegolf LIV Golf, termasuk DeChambeau, Johnson, Watson, dan Lee Westwood, turut menghadiri sidang tersebut untuk pertama kalinya.
Artikel Tag: LIV Golf