Joost Luiten Pertanyakan Kebijakan DP World Tour yang 'Manjakan' Pegolf LIV
Joost Luiten
Berita Golf - Kebijakan DP World Tour yang melarang pemain terikat LIV 2.0 untuk bertanding pada musim 2027 sekaligus memberi karpet merah bagi eks pemain LIV untuk kembali, menuai kritik keras. Pegolf senior pemilik enam gelar DP World Tour, Joost Luiten, secara terbuka mengecam kemudahan yang diberikan kepada ‘para pembelot’ tersebut.
Di saat proses kebangkrutan LIV Golf membuka peluang bagi para pemainnya untuk kembali ke Eropa, Luiten menilai keputusan pengelola tur yang mempermudah kepulangan mereka sangat tidak adil bagi para pemain yang memilih bertahan dan setia.
"Empat tahun lalu mereka sama sekali tidak peduli pada DP World Tour dan memilih mengejar uang. Sekarang setelah uangnya habis, mereka ingin kembali dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Menurut saya itu tidak benar," ujar Luiten tegas dalam wawancara bersama Today's Golfer.
Kekhawatiran utama Luiten berfokus pada jatah undangan turnamen (invites) yang diprediksi bakal didominasi eks pemain LIV, sehingga menggeser hak para pegolf muda maupun pemain reguler yang berjuang mempertahankan kartu keanggotaan mereka. Menurutnya, pemain yang sempat melepas keanggotaan seharusnya kehilangan seluruh hak kebebasan eksNode dan wajib merangkak dari babak kualifikasi (Q School).
"Jika mereka merasa sangat hebat, buktikan di Q School dan kalahkan pemain lain di sana. Begitulah cara yang harus ditempuh oleh setiap pemain lain yang ingin bertanding di tur ini," tambah pegolf berusia 40 tahun asal Belanda tersebut.
Pandangan tajam Joost Luiten berbanding terbalik dengan Rory McIlroy yang mendukung penuh kembalinya para bintang LIV demi meningkatkan nilai bisnis tur. Kendati demikian, bagi pegolf papan tengah seperti Luiten yang berada di peringkat ke-67 Race to Dubai, kembalinya bintang-bintang LIV dipandang sebagai ancaman langsung terhadap mata pencaharian dan tempat bertanding para pegolf reguler.
Artikel Tag: Rory McIlroy, golf news, race to dubai, LIV Golf, Joost Luiten