Joaquin Niemann Tepis Drama Penalti dengan Finis Gemilang di US Open 2026
Joaquin Niemann
Berita Golf : US Open 2026 di Shinnecock Hills akan selalu menjadi turnamen yang sulit dilupakan bagi Joaquin Niemann. Bukan hanya karena ia mencatat hasil terbaik sepanjang kariernya di ajang major, tetapi juga karena drama penalti yang sempat mengubah jalannya turnamen bagi dirinya.
Pegolf LIV Golf tersebut menutup turnamen dengan skor akhir satu di atas par dan finis di posisi ketujuh bersama. Hasil itu menjadi pencapaian terbaik Niemann dalam enam penampilannya di US Open sekaligus pencapaian tertinggi dalam 28 penampilan di turnamen major.
Performa impresif Niemann semakin terasa istimewa karena ia sempat mengalami mimpi buruk pada putaran pertama. Di hole keenam, ia mencatat skor 11 setelah dua kali mengirim bola keluar lapangan dari area tee. Awalnya hole tersebut tercatat sebagai skor 9, namun situasi berubah keesokan harinya.
USGA menjatuhkan tambahan penalti dua pukulan setelah menyatakan Niemann melakukan pelanggaran kode etik baru yang diterapkan badan golf tersebut. Ia dianggap melakukan tindakan tidak sportif karena melempar stik golf setelah frustrasi dengan permainannya.
Keputusan itu menjadi sorotan karena tidak ada rekaman video yang memperlihatkan kejadian tersebut. Penyelidikan hanya mengandalkan laporan saksi yang berada di lokasi.
Niemann mengakui dirinya memang kehilangan kendali emosi dan melempar stik golf. Namun ia merasa hukuman yang diterimanya cukup berat.
"Sejujurnya saya merasa dijadikan contoh. Saya tidak berniat menyinggung siapa pun. Rasanya keputusan itu sedikit diarahkan kepada saya," kata Niemann.
Kontroversi semakin berkembang setelah Jon Rahm terlihat menendang stik golfnya pada putaran berikutnya tanpa menerima hukuman serupa. Perbedaan perlakuan tersebut memunculkan perdebatan mengenai penerapan aturan baru oleh USGA.
Meski demikian, Niemann memilih fokus pada permainannya. Setelah menerima penalti tersebut, ia menunjukkan respons luar biasa dengan membukukan total tujuh di bawah par dalam 54 hole terakhir. Bahkan pada putaran final, ia mencatat skor 66, menjadi skor terendah yang dibukukan pemain mana pun pada hari terakhir turnamen.
Tidak ada pemain lain, termasuk juara Wyndham Clark, Sam Burns, maupun Scottie Scheffler, yang mampu menyamai catatan tersebut.
"Kami terus bergerak mendekati tujuan. Saya selalu merasa semakin dekat dengan impian saya setiap kali bermain. Ini adalah satu langkah lagi menuju target besar yang ingin saya capai," ujar Niemann.
Meski gagal bersaing memperebutkan gelar juara, kebangkitan Joaquin Niemann dari kontroversi dan keterpurukan menjadi salah satu kisah paling mengesankan sepanjang US Open 2026.
Artikel Tag: PGA tour, jon rahm, joaquin niemann, shinnecock hills, Sam Burns, Scottie Scheffler, Wyndham Clark, US Open 2026