banner babe

Taklukkan Beltran, Pedraza Juara Kelas Ringan WBO

Penulis: Fafa Zahir
Senin 27 Agu 2018, 09:00 WIB
Taklukkan Beltran, Pedraza Juara Kelas Ringan WBO

Jose Pedraza (kanan) dan Ray Beltran/Yahoo Sport

Berita Tinju: Jose Pedraza (25-1, 12 KOs) menjadi juara dunia tinju dalam dua kelas berbeda setelah menang angka telak atas Ray Beltran (35-8-1, 21 KO). Kemenangan ini mengantarnya menjadi juara kelas ringan WBO.

Juri memberi kemenangan untuk Pedraza 117-110, 117-110, dan 115-112. Kini Pedraza mengincar laga unifikasi atau penyatuan gelar melawan juara WBA, Vasyl Lomachenko (11-1, 9 KO) yang rencananya digelar 1 Desember 2018.

Ini merupakan gelar juara kedua yang diraih Pedraza secara beruntun sejak tumbang di ronde ketujuh oleh Gervonta Davis pada Januari 2017. Beberapa bulan setelah kekalahan itu dia pecah kongsi dengan promotornya dan bergabung dengan Top Rank.

Dia menang angka atas Jose Luis Rodriguez pada Maret lalu. Tiga bulan kemudian dia juga menang angka setelah melewati pertarungan yang sangat berat melawan Antonio Moran.

Beltran menyabet sabuk juara WBO pada Februari. Saat itu dia menang angka telak setelah bertarung 12 ronde melawan Paulus Moses. Laga

Pedraza melawan Beltran dimulai dengan saling menjajaki kekuatan pada ronde pertama. Pedraza melancarkan jab-jab ke arah tubuh lawannya. Namun dia harus membuat banyak blockinguntuk meredam pukulan balasan. Secara umum Pedraza mengontrol ronde ini.

Beltran berupaya melakukan banyak tekanan pada awal ronde kedua. Pedraza dipaksa menerapkan gaya kidalnya dan mendaratkan sebuah uppercutkeras ke arah Beltran.

Pedraza pun mulai mendaratkan banyak pukulan dan membuat luka di sekitar mata kiri Beltran. Dia melepaskan pukulan-pukulan yang efektif, melontarkan jab dengan baik dan berhasil menghindari serangan balik Beltran.

Memasuki ronde ketiga, Pedraza meneruskan strateginya melancarkan jab ke tubuh Beltran. Dia juga bertarung dengan petinju Meksiko itu dari jarak yang bagus. Dia akan memeluk Beltran, jika lawannya itu mulai masuk untuk melancarkan serangan. Namun serangan Pedraza membuat Beltran harus mundur jika mulai kehilangan keseimbangan. Memasuki akhir babak ini mereka banyak melakukan jual-beli pukulan.

Pada awal ronde keempat, Beltrand mulai mengambilinisiatif menyerang. Pedraza pun terkena pukulan yang sangat keras di bagian tubuhnya. Namun dia juga berhasil memblok banyak serangan Beltran yang melancarkan dan mengayunkan pukulan. Dia mulai banyak mendaratkan pukulan ke arah Pedraza.

Selama ronde kelima, Pedraza mulai menurunkan kecepatannya. Keduanya berhasil mendaratkan pukulan namun Pedraza yang mengandalkan jab dan pukulan cepatnya lebih sering mengenai sasaran.

Memasuki ronde keenam, Beltran mengganti strategi dan pertarungan lebih sering berlangsung di tengah ring. Pedraza juga tak mau kalah dan maju menyerang. Namun di ronde ini pukulan Beltran lebih sering masuk.

Ronde ketujuh Beltran masih menerapkan strategi yang sama. Dia bahkan meningkatkan intensitas serangannya. Sementara Pedraza tetap mengandalkan jab-jab. Memasuki menit terakhir ronde ketujuh, Pedraza mulai kembali melancarkan serangan.

Beltran sempat melontarkan pukulan yang membuat Pedraza mundur pada awal ronde kedelapan. Beberapa saat kemudian Beltran kembali melepaskan pukulan tangan kanan yang membuat Pedraza terkesiap. Namun Pedraza kemudian melepaskan pukulan yang keras dan masuk saat kedua petinju bergumul.

Ronde kesembilan, Pedraza kembali mengambil kendali pertarungan. Dia melontarkan ja-jab sambil sesekali melepaskan pukulan yang mengenai sasaran. Dia juga berhasil menghindari banyak pukulan yang dilepaskan Beltran.

Pedraza seolah mendapat angin kedua dan kembali bertarung dengan baik pada ronde ke-10. Beltran masih berusaha melawan. Dia terlihat mulai kelelahan dan tak mampu melakukan banyak tekanan.

Pada awal ronde ke-11, Beltran kembali berupaya menekan. Ronde ini banyak diwarnai saling merangkul dan tak banyak jual-beli pukulan. Namun Pedraza berhasil melepaskan uppercut keras yang membuat Beltran terjerembab. Beltran mengeluarkan darah dan kesakitan. Pedraza terus memojokkannya di tali ring dan mencoba menghabisi perlawanan Beltran. Namun Beltran mampu menyelamatkan diri dari kekalahan knock-out.

Pada awal ronde ke-12, kedua petinju lebih sering berangkulan. Pedraza masih terus melepaskan jab-jab. Sementara Beltran nyaris tak melontarkan pukulan. Pada 20 detik terakhir, Pedraza berhasil melepaskan beberapa pukulan dan membuat Beltran harus bertahan di tali ring.

Artikel Tag: Jose Pedraza, Tinju Kelas Ringan, WBO, Vasyl Lomachenko, berita tinju, Ray Beltran

2761  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini