Roach Pede Broner Akan Tumbang di Tangan Pacquiao

Penulis: Fafa Zahir
Sabtu 05 Jan 2019, 22:30 WIB
Roach Pede Broner Akan Tumbang di Tangan Pacquiao

Manny Pacquiao (kanan) dan Freddie Roach/Boxingscene

Berita Tinju: Pelatih tinju top dunia, Freddie Roach, mengakui Adrien Broner adalah petinju yang memiliki rahang kuat. Namun pelatih asal AS ini yakin cepat atau lambat Broner akan mengalami kekalahan knock-out.

Broner akan menjadi lawan Manny Pacquiao dalam pertarungan 19 Januari mendatang. Roach pun yakin petinju Filipina itu berpotensi menjadi petinju pertama yang mampu menang KO atas Broner.

Menurut Roach, salah satu hal penting dari pertarungan terakhir Pacquiao adalah kembalinya insting membunuh dari petinju berusi 41 tahun ini.

Agresivitas Pacquiao saat melawan Lucas Matthysse membawa petinju asal Filipina itu meraih kemenangan KO untuk pertama kalinya dalam 8,5 tahun. Roach pun yakin, petinjunya itu akan membawa pengalaman memukul KO Matthysse dalam laga melawan Broner pada 19 Januari mendatang di MGM Grand Garden Arena in Las Vegas.

“Dia memang memiliki dagu yang kuat,” kata Roach kepada BoxingScene.com, berkomentar soal Broner. “Namun rencana kami adalah menjatuhkannya, menghantam tubuhnya dan dia akan jatuh, cepat atau lambat.”

Dari latihan terlihat rencana yang akan diterapkan “Pacman” nanti. Senator Filipina itu akan terus melakukan tekanan dan memaksa Broner untuk terlibat jual-beli pukulan. Saat itulah diharapkan Pacquiao bisa melepaskan pukulan andalannya dan menghabisi Broner lebih cepat dari 12 ronde yang dijadwalkan.

Laga saat Broner paling dekat mengalami kekalahan KO dalam10 tahun terakhir terjadi saat dia kalah angka telak oleh petinju Argentina Marcos Maidana, lima tahun lalu. Maidana berhasil menjatuhkan Broner dua kali masing-masing pada ronde kedua dan kedelapan. Namun Broner selalu berhasil bangkit meski terus diberondong pukulan keras Maidana dalam partai di Alamodome di San Antonio.

Sebelum menghentikan perlawanan Matthysse pada ronde ketujuh dalam laga di Kuala Lumpur (Malaysia), Pacquiao tak pernah mampu menang KO sejak menundukkan Miguel Cotto di ronde ke-12 pada November 2009.

Menurut Roach, euforia sukses menjatuhkan Matthysse membangkitkan semangat Pacquiao untuk kembali meraih kemenangan KO.

“Dia selalu memiliki kekuatan (untuk menang KO),” kata Roach. “Kadang di dalam benaknya dia tak ingin menyakiti lawannya, namun hal ini tak telihat dalampertarungan terakhirnya (lawan Matthyse). Dan saya berharap dia tetap mempertahankannya.”

Pacquiao, yang genap berusia 40 Desember lalu, menjatuhkan Matthysse tiga kali – babak ketiga, kelima, dan ketujuh. Wasit Kenny Bayless menghentikan pertarungan saat ronde ketujuh telah berjalan 2 menit 43 detik, saat Matthysse terlihat hanya bisa berlutut.

“Manny menonton pertarungan terakhirnya,” ungkap Roach. “Dan ini adalah yang terbaik dari dirinya setelah sekian lama. Ini mungkin kemenangan KO pertamanya setelah 8,5 tahun,” Roach menambahkan.

“Saya kira semua hal yang terjadi dalam laga itu (melawan Matthyse) bisa diterapkan dalam laga mendatang. Broner tidak sering melontarkan pukulan. Namun Pacquiao harus jadi petinju yang lebih sibuk dan lebih baik dalam dalam pertarungan nanti,” imbuh Roach.

Artikel Tag: Freddie Roach, Adrien Broner, Manny Pacquiao

4042  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini