Ragam Tinju: Mengenang Debut Sugar Ray Robinson, Petinju Terbaik Sepanjang Masa Versi Muhammad Ali

Penulis: Hanif Rusli
Selasa 04 Okt 2016, 17:03 WIB
Ragam Tinju: Mengenang Debut Sugar Ray Robinson, Petinju Terbaik Sepanjang Masa Versi Muhammad Ali

Sugar Ray Robinson memenangi 91 pertarungan pro pertamanya

Ligaolahraga.com -

Ligaolahraga – Ragam Tinju: Madison Square Garden, 4 Oktober 1940. Hari itu stadion legendaris di New York tersebut menggelar partai utama yang berujung pada kekalahan mengejutkan Henry Armstrong dari Fritzie Zivic. Berita besar yang mengerdilkan sebuah partai tambahan malam itu.

Partai tambahan itu ditulis pada paragraph terakhir berita kemenangan Zivic di surat kabar New York Times: “Ray Robinson, 134 1/2 pound, Negro dari Harlem, yang merebut mahkota kelas ringan Golden Gloves musim semi lalu, melakukan debut profesionalnya di partai pertama yang dijadwalkan empat ronde dan menghentikan Joe Echevarria, 132 pound, asal Puerto Riko, pada detik ke-51 ronde kedua.”

Begitulah debut “Sugar” Ray Robinson, yang disebut banyak media dan pengamat sebagai “The Greatest” alias “Petinju Terhebat”. Predikat yang lebih familiar disandang Muhammad Ali. Tapi bahkan Ali pun angkat topi untuk idolanya. “Saya percaya saya petinju kelas berat terbaik sepanjang masa, tapi Ray Robinson petinju terbaik sepanjang masa,” ujarnya.

Sebelum beralih profesional, Robinson melakoni 85 pertarungan amatir tanpa pernah kalah (meski sumber lain mengatakan dia pernah dua kali kalah). Berbeda dengan banyak juara dunia lainnya, reputasi Robinson di tingkat amatir tidak melewati jalur Olimpiade.

Robinson tidak beruntung bisa tampil di pesta olahraga akbar itu. Pada 1940, Olimpiade sedianya digelar di Tokyo, tapi dipindahkan ke Helsinki akibat pecahnya Perang Dunia II. Tapi saat Finlandia diinvasi, gelaran Olimpiade ditunda sampai 1948.

Itulah sebabnya, setelah memenangi Golden Glove New York pada 1940, Robinson yang baru berusia 19 tahun memutuskan naik “level” ke tingkat pro. Yang dia hadapi dalam debutnya adalah Echevarria, petinju berdarah Filipina (bukan Puerto Riko seperti kata NY Times). Untuk partai debutnya itu, Robinson dibayar $150.

Mungkin generasi saat ini sulit membayangkan kehebatan Robinson yang bertarung 25 tahun sebagai petinju profesional. Tapi, bila familiar dengan istilah “Raja Pound-for-Pound”, para wartawan olahraga ketika itulah yang menciptakan istilah khusus tersebut untuk Robinson.

Robinson memegang gelar kelas welter dari 1946 sampai 1950. Kemudian pada 1958, dia menjadi petinju pertama yang memenangi gelar juara dunia satu kelas (kelas menengah) sebanyak lima kali. Catatan bertandingnya: 200 pertarungan dengan 173 menang (108 KO), 19 kalah, 6 seri dan 2 “no contest”. Di 91 partai pertamanya, dia tak pernah kalah.

Terlahir dengan nama Walker Smith Junior pada 1921, Robinson awalnya bercita-cita menjadi dokter. Tapi begitu putus sekolah di tingkat sembilan SMU, dia mengubah cita-citanya: menjadi petinju. Dia pun belajar bertinju di sebuah sasana di daerah Harlem, New York.

Untuk bisa berlatih di sana, Robinson meminjam kartu keanggotaan AAU milik temannya, Ray Robinson. Sejak itulah nama itu melekat. Saat George Gainford, manajernya di kemudian hari, melihat gaya bertarung Robinson, dia menyebutnya “sweet as sugar” (manis seperti gula). Sejak itulah, Smith Jr dikenal sebagai “Sugar” Ray Robinson.

Artikel Tag: Sugar Ray Robinson, Muhammad Ali, Tinju

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/ragam-tinju-mengenang-debut-sugar-ray-robinson-petinju-terbaik-sepanjang-masa-versi-muhammad-ali
6436  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini