Pelatih Joe Goossen Buka Suara Soal Ryan Garcia dan Melatih Mario Barrios

Joe Goossen (kanan) menegaskan tidak pernah memiliki niat buruk terhadap mantan anak asuhnya dan tetap menghormati Ryan Garcia beserta keluarganya. (Foto: Fight TV)
Pelatih senior tinju, Joe Goossen, akhirnya angkat bicara mengenai hubungannya dengan Ryan Garcia menjelang pertarungan melawan juara dunia kelas welter WBC, Mario Barrios.
Duel tersebut akan menjadi partai utama ajang “The Ring: High Stakes” di T-Mobile Arena, Las Vegas.
Goossen pernah melatih Garcia dalam tiga pertarungan pada 2022 hingga 2023. Namun kerja sama itu berakhir setelah Garcia kalah KO dari Gervonta Davis.
Seusai perpisahan tersebut, Garcia sempat menuding adanya “mata-mata” di sasana Goossen yang membocorkan informasi kamp latihan jelang laga melawan Davis.
Kini situasinya berbalik. Barrios merekrut Goossen sebagai pelatih kepala untuk menghadapi Garcia.
Keputusan itu membuat Garcia menyebut Goossen sebagai “pengkhianat” dalam konferensi pers pembuka.
Joe Goossen mengaku terkejut dengan pernyataan tersebut, tetapi memahami bahwa Garcia mungkin merasa situasinya sangat personal.
“Saya hanya melakukan pekerjaan saya. Mario yang mempekerjakan saya,” ujar Goossen.
Ia menegaskan tidak pernah memiliki niat buruk terhadap mantan anak asuhnya dan tetap menghormati Garcia beserta keluarganya.
Joe Goossen menyebut dirinya telah puluhan tahun berkecimpung di dunia tinju dan terbiasa dengan dinamika dilatih serta memecat pelatih.
Ia menilai tudingan sebagai “pengkhianat” tidak berdasar, terutama mengingat reputasinya yang telah terbangun selama setengah abad.
Menariknya, Goossen memiliki pengalaman serupa di masa lalu. Pada 2003 ia melatih Joel Casamayor mengalahkan Diego Corrales.
Setahun kemudian, Corrales justru merekrut Goossen dan berhasil membalas kekalahan tersebut.
Pengalaman itu membuatnya terbiasa menghadapi mantan petinju di sudut lawan.
Meski demikian, Goossen tetap memberikan respek tinggi kepada Garcia.
Ia memuji etos kerja dan kekuatan pukulan Garcia, sembari mengingatkan bahwa naik dari 135 pon ke 147 pon tidak selalu berarti kekuatan ikut meningkat.
Menurutnya, ukuran tubuh dan ketahanan fisik akan menjadi faktor penting dalam laga ini.
Di sisi lain, Goossen mengaku puas dengan perkembangan Barrios selama kamp latihan hampir tiga bulan.
Ia menilai Barrios sangat disiplin, kooperatif, dan mampu menjalankan instruksi dengan baik.
Latihan intensif dilakukan hingga tiga jam per hari dengan fokus pada detail teknis, mulai dari footwork hingga pertahanan.
Goossen enggan membeberkan strategi spesifik untuk mengalahkan Garcia, tetapi ia yakin Barrios akan tampil jauh lebih tajam dibanding sebelumnya.
Ia juga menilai pengalaman Barrios menghadapi Manny Pacquiao pada Juli lalu memberi pelajaran penting yang kini disempurnakan dalam persiapan terbaru.
“Saya tidak akan meremehkan Ryan. Dia sangat termotivasi. Tapi kami membidik 120 persen kesiapan, karena 100 persen terkadang tidak cukup,” tegas Goossen.
Pertarungan ini bukan sekadar perebutan gelar dunia, tetapi juga duel emosional antara mantan pelatih dan murid.
Bagi Joe Goossen, satu-satunya fokus adalah memastikan Barrios tetap juara pada 21 Februari mendatang.
Artikel Tag: joe goossen, ryan garcia, mario barrios
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/pelatih-joe-goossen-buka-suara-soal-ryan-garcia-dan-melatih-mario-barrios
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini