Jawab Keraguan, Ryan Garcia Rebut Gelar Dunia Besar Pertama dalam Kariernya

Ryan Garcia berpose dengan sabuk WBC setelah mengalahkan juara bertahan Mario Barros. (Foto: Fight TV)
Petinju Amerika Serikat, Ryan Garcia, menjawab keraguan dengan merebut gelar kelas welter versi World Boxing Council (WBC) setelah mendominasi Mario Barrios di T-Mobile Arena, Sabtu (22/2) waktu setempat.
Pertarungan yang disebut sebagai “crossroads fight” itu menjadi momen krusial bagi Garcia.
Kemenangan membuka jalan menuju realisasi potensi besarnya dan menghadirkan gelar dunia besar pertama dalam karier profesionalnya.
Sebaliknya, kekalahan berpotensi menempatkannya sebagai salah satu kisah “bagaimana jika” terbesar dalam tinju modern.
Garcia tampil agresif sejak ronde pertama. Dua pukulan overhand kanan menjatuhkan Barrios dan langsung mengatur tempo laga.
Kecepatan tangan serta akurasi pukulan Garcia membuat Barrios kesulitan mengembangkan permainan.
Kombinasi eksplosif, terutama hook kiri andalannya, berulang kali menembus pertahanan lawan.
Sepanjang pertarungan, Garcia mengontrol jarak dan ritme. Barrios tampak tertinggal dalam adu kecepatan dan kerap gagal mengantisipasi serangan beruntun sang penantang.
Dominasi Ryan Garcia membuat laga berjalan hampir satu arah hingga akhirnya ia memastikan kemenangan mutlak untuk mengamankan sabuk juara dunia.
“Saya merasa jauh lebih tenang dan damai sekarang,” ujar Garcia seusai laga. Ia menyinggung dua tahun terakhir yang penuh gejolak, baik di dalam maupun luar ring. “Saya bahkan belum mendekati batas kemampuan saya. Saya akan jadi lebih baik lagi.”
Kemenangan ini menandai kebangkitan Garcia setelah sebelumnya mengalami kemunduran akibat kekalahan dari Gervonta Davis dan Rolando Romero, serta hasil no-contest melawan Devin Haney karena kasus tes zat terlarang.
Penampilan meyakinkan atas Barrios menunjukkan Garcia kini lebih matang dan siap menghadapi tantangan elite.
Sejumlah nama besar langsung masuk radar.
Di atas ring, Ryan Garcia menantang Shakur Stevenson, yang baru saja menjuarai kelas junior welter versi World Boxing Organization (WBO).
Garcia pernah kalah dari Stevenson di level amatir dan mengaku ingin membalas kekalahan tersebut.
Pertarungan Garcia kontra Stevenson dinilai berpotensi menjadi salah satu duel terbesar di tinju saat ini, mengingat gaya kontras keduanya serta reputasi masing-masing.
Stevenson pun menyambut tantangan tersebut dan menyatakan kesiapannya.
Selain itu, opsi duel ulang melawan Haney juga mengemuka. Kini keduanya sama-sama berstatus juara dunia, sehingga laga kedua akan berstatus unifikasi yang sarat gengsi dan cerita lanjutan.
Nama lain seperti Conor Benn dan Romero juga menyatakan minat menghadapi Garcia.
Dengan status baru sebagai juara dunia, posisi Ryan Garcia di divisi welter semakin strategis dan bernilai komersial tinggi.
Kini, setelah lama disebut sebagai salah satu “raja tanpa mahkota” generasi baru, Garcia akhirnya menyandang gelar juara. Ia telah memiliki popularitas dan kekayaan.
Dengan kemenangan ini, ia juga mendapatkan legitimasi. Dan ketika Garcia berada dalam performa terbaiknya, lanskap tinju dunia menjadi jauh lebih menarik.
Artikel Tag: wbc, ryan garcia
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/jawab-keraguan-ryan-garcia-rebut-gelar-dunia-besar-pertama-dalam-kariernya























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini