Frank Warren Ragukan Kesiapan Ben Whittaker Bersaing di Level Elite

Penulis: Hanif Rusli
Rabu 14 Okt 2026, 10:08 WIB - 91 views
Kesulitan Ben Whittaker menghadapi lawan pada level yang lebih rendah masih menimbulkan pertanyaan mengenai potensinya mencapai puncak kelas berat ringan. (Foto: Fight TV)

Kesulitan Ben Whittaker menghadapi lawan pada level yang lebih rendah masih menimbulkan pertanyaan mengenai potensinya mencapai puncak kelas berat ringan. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Promotor tinju Frank Warren menilai Ben Whittaker masih harus banyak berkembang sebelum mampu bersaing di level tertinggi kelas berat ringan.

Penilaian itu muncul setelah Whittaker mengalahkan Conor Wallace melalui keputusan angka pada Sabtu, meski sempat mengalami kesulitan pada ronde-ronde akhir.

Kemenangan tersebut memastikan Ben Whittaker menjadi penantang wajib bagi juara kelas berat ringan versi International Boxing Federation (IBF), Dmitry Bivol.

Namun, Warren meragukan kemampuan petinju berusia 29 tahun itu menghadapi lawan yang lebih tangguh.

Joshua Buatsi dan Willy Hutchinson dijadwalkan menjalani pertandingan ulang pada 7 November di AO Arena, Manchester. Keduanya akan memperebutkan gelar interim kelas berat ringan versi World Boxing Council (WBC).

Jika tim Whittaker memilih memberinya satu pertarungan tambahan sebelum menghadapi Bivol, Warren menyatakan siap membahas kemungkinan duel melawan Buatsi maupun Hutchinson, terlepas dari siapa yang menang dalam pertandingan ulang tersebut.

“Saya akan mempertemukan mereka dengannya kapan saja, baik pemenang maupun yang kalah. Mereka terlalu tangguh untuknya,” kata Warren dalam wawancara dengan Playbook Boxing.

Warren menyaksikan langsung ketika Whittaker terlihat kewalahan menghadapi Liam Cameron pada Oktober 2024.

Setelah lima ronde yang semakin sulit, keduanya terjatuh melewati tali ring dan Whittaker meninggalkan arena dengan kursi roda. Pertarungan itu dinyatakan berakhir imbang teknis.

Ben Whittaker kemudian bekerja sama dengan pelatih baru, Andy Lee, sebelum bangkit dengan menghentikan Cameron dalam waktu singkat pada pertandingan ulang.

Ia lalu meraih tiga kemenangan knockout (KO) secara beruntun.

Namun, masalah lamanya kembali terlihat saat melawan Wallace. Selama sembilan ronde pertama, Wallace lebih banyak mengandalkan kegigihan.

Ketika petinju tersebut mulai mengambil risiko dan meningkatkan jumlah serangan, Whittaker justru terlihat kesulitan.

Warren bahkan menyampaikan kritik keras terhadap kemungkinan Whittaker langsung menghadapi Bivol.

“Siapa pun yang membuat pertarungan itu terjadi seharusnya dilaporkan kepada NSPCC,” kata Warren, merujuk pada organisasi Inggris yang melindungi anak-anak dari kekerasan dan penelantaran.

“Saya hanya mengatakan kenyataannya. Whittaker orang yang baik. Semoga sukses untuknya, dan Matchroom telah melakukan pekerjaan bagus dalam mempromosikannya. Dia membuat semua orang membicarakannya, tetapi Anda juga harus punya kemampuan nyata. Dan kemampuan itu belum terlihat,” ujar Warren.

Warren turut membandingkan situasi Ben Whittaker dengan petinju kelas berat Moses Itauma, yang mengalami kekalahan dari Filip Hrgovic dalam perebutan gelar IBF pada 29 Agustus.

Itauma tampil impresif selama tujuh ronde pertama, tetapi kemudian kehabisan tenaga dan dihentikan pada ronde kesembilan.

Menurut Warren, Itauma hanya perlu memperbaiki pengaturan tempo pertarungan. Ia yakin petinju kidal berusia 21 tahun tersebut memiliki mental dan kemampuan untuk bangkit.

“Kami punya pekerjaan yang harus dilakukan bersama Moses, dan dia juga harus melakukan sesuatu untuk bangkit setelah kekalahan itu. Namun, saya tahu dia mampu melakukannya. Dia menunjukkan keberanian dan memiliki dagu yang kuat. Dia hanya kehabisan tenaga karena tidak mengatur pertarungan dengan baik. Semuanya berlangsung terlalu cepat,” kata Warren.

Sebaliknya, Warren menilai kesulitan Whittaker menghadapi lawan pada level yang lebih rendah masih menimbulkan pertanyaan mengenai potensinya mencapai puncak kelas berat ringan.

“Melihat Whittaker, dia masih harus menempuh perjalanan yang sangat panjang,” tutup Warren.

Artikel Tag: frank warren, ben whittaker

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/frank-warren-ragukan-kesiapan-ben-whittaker-bersaing-di-level-elite
91
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini