Eks Lawan Ungkap Kekhawatiran soal Kondisi Conor Benn Jelang Hadapi Garcia

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 09 Sep 2026, 09:51 WIB - 235 views
Conor Benn

Conor Benn

Ligaolahraga.com -

Berita Tinju - Conor Benn akan menghadapi ujian besar ketika menantang Ryan Garcia dalam perebutan gelar WBC kelas welter pada Sabtu di T Mobile Arena, Las Vegas. Namun, persiapan Benn justru mendapat sorotan setelah sejumlah foto terbaru menunjukkan perubahan drastis pada kondisi fisiknya.

Chris Algieri, yang pernah menghadapi Benn pada 2021, menilai kondisi tersebut patut diperhatikan. Algieri bukan hanya mantan lawan Benn, tetapi juga memiliki latar belakang sebagai ahli nutrisi sehingga cukup memahami persoalan pengaturan berat badan dalam olahraga tinju.

Benn memiliki rekor 25 kemenangan dan satu kekalahan dengan 14 kemenangan KO. Pertarungan melawan Garcia juga akan menjadi penampilan pertamanya di kelas welter sejak April 2022 ketika ia menghentikan Chris van Heerden pada ronde kedua.

Setelah pertarungan tersebut, karier Conor Benn sempat terganggu oleh persoalan doping. Pada Juli dan September 2022, ia dinyatakan positif menggunakan clomifene, zat yang masuk dalam daftar terlarang, menjelang rencana pertarungannya melawan Chris Eubank Jr.

Benn kemudian kembali bertanding di Amerika Serikat dengan naik ke kelas welter super. Ia mengalahkan Rodolfo Orozco melalui keputusan dalam 10 ronde, kemudian meraih kemenangan angka atas Peter Dobson pada 2024.

Pada 2025, Benn dua kali menghadapi Eubank Jr di kelas menengah. Ia kalah dalam pertemuan pertama, kemudian membalas kekalahan tersebut pada pertandingan ulang.

Benn selanjutnya menghadapi Regis Prograis pada April 2026 dalam pertarungan dengan batas berat 150 pound. Ia menang melalui keputusan mutlak, tetapi penampilannya mendapat kritik. Bahkan sejak saat itu sudah muncul pertanyaan apakah Benn mampu kembali memenuhi batas berat kelas welter.

Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah foto terbaru Benn beredar menjelang duel melawan Garcia. Wajah dan tubuhnya terlihat jauh lebih kurus.

Algieri mengaku sudah memperhatikan perubahan tersebut sejak beberapa pekan sebelumnya.

“Saya sudah mengatakan ini selama beberapa minggu. Conor selalu berlatih dengan sangat keras dan itu sudah kita lihat sepanjang kariernya. Dua bulan lalu dia juga berlatih keras untuk pertarungan ini dan saat itu tubuhnya sudah terlihat sedikit terlalu kurus. Sekarang kondisinya mulai semakin terlihat. Masih ada waktu sebelum pertandingan, tetapi foto seperti ini memang mengkhawatirkan,” ujar Algieri kepada BoxingScene.

Conor Benn kemudian mengonfirmasi bahwa duel melawan Garcia akan menjadi penampilan terakhirnya di kelas welter. Ia bahkan membuka kemungkinan naik ke kelas menengah atau kelas menengah super setelah pertarungan tersebut.

Menurut Algieri, keputusan tersebut sebenarnya memberikan gambaran mengenai betapa beratnya Benn menurunkan berat badan.

“Ketika seorang petinju sudah mengatakan beberapa minggu sebelum pertarungan bahwa ini akan menjadi kali terakhirnya di kelas tersebut, itu memberi tahu Anda banyak hal,” kata Algieri.

Algieri juga mengingat kembali komentar Eddie Hearn yang sebelumnya menyarankan Benn naik ke kelas menengah. Menurutnya, penampilan terbaik Benn justru terlihat ketika menghadapi Eubank Jr di kelas tersebut.

Meski Eubank juga disebut tidak berada dalam kondisi ideal, Algieri menilai Benn terlihat lebih baik secara fisik dan performa ketika bertanding di kelas menengah.

Kini, Benn harus kembali menurunkan berat badan untuk menghadapi Garcia. Selain memperebutkan gelar dunia, pertarungan tersebut juga menawarkan bayaran besar. Namun, Algieri memperingatkan bahwa keputusan tersebut bisa menjadi bumerang jika proses penurunan berat badan mengurangi kondisi fisik Benn.

“Kesempatan mendapatkan gelar dan bayaran yang sangat besar memang ada. Tetapi pada akhirnya hal itu bisa kembali menghantuinya karena dari cara dia terlihat sekarang, situasinya cukup mengkhawatirkan,” tegas Algieri.

Terlepas dari persoalan berat badan Conor Benn, Algieri tetap lebih menjagokan Garcia. Ia menilai kemampuan Garcia tidak boleh diremehkan hanya karena petinju tersebut pernah dikenal luas di media sosial.

“Bahkan tanpa mempertimbangkan masalah berat badan, saya sudah menjagokan Ryan. Banyak orang lupa bahwa Ryan bukan petinju yang tiba tiba berasal dari YouTube. Dia memiliki pengalaman amatir yang sangat bagus dan sudah bertinju sejak lama,” ujar Algieri.

Garcia, menurut Algieri, memiliki kemampuan membaca celah dan langsung melancarkan serangan ketika melihat peluang. Ia juga memiliki keunggulan fisik berupa ukuran tubuh, jangkauan, dan kekuatan yang cukup untuk bertarung di kelas welter.

Garcia terakhir kali bertanding melawan Mario Barrios dan berhasil merebut gelar WBC kelas welter melalui kemenangan angka. Meski demikian, kemenangan atas Devin Haney pada April 2024 kemudian berubah menjadi no contest setelah Garcia dinyatakan positif dalam dua tes terkait pertarungan tersebut.

“Ketika dia benar benar fokus, dia sangat berbahaya. Dia besar, jangkauan tinjunya panjang, kuat, dan merupakan petinju counter puncher alami. Kekuatannya masih cukup bagus. Jadi, kalau hanya melihat kemampuan tinju dan rekam jejaknya, saya tetap memilih Ryan untuk menang,” tutup Algieri.

Artikel Tag: wbc, kelas welter, ryan garcia, conor benn

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/eks-lawan-ungkap-kekhawatiran-soal-kondisi-conor-benn-jelang-hadapi-garcia
235
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini