Duel Golovkin-Alvarez Bakal Sama Sengitnya Seperti Hagler Versus Hearns

Penulis: Hanif Rusli
Sabtu 16 Sep 2017, 08:06 WIB
Duel Golovkin-Alvarez Bakal Sama Sengitnya Seperti Hagler Versus Hearns

Poster pertarungan Canelo Alvarez-Gennady Golovkin (kiri) dan Marvin Hagler-Thomas Hearns.

Ligaolahraga.com -

Berita Tinju: CEO Golden Boy Promotions, Oscar De La Hoya, berulang ditanya pandangannya tentang bagaimana pertarungan Canelo Alvarez dan Gennady Golovkin, dua petinju yang dikenal punya pukulan keras dan memiliki reputasi sebagai seniman KO, bakal berjalan.

Tapi, bahkan De La Hoya pun kehilangan kata-kata. “Saya tidak punya bola kristal, tapi yang orang-orang tahu, duel ini akan menjadi pertarungan yang amat sangat hebat karena apa yang dipertaruhkan,” ujarnya. “Harga diri, bertarung atas nama negara, bertarung untuk semua fans tinju di seluruh dunia.”

Jika harus membandingkan, kata De La Hoya, dia menyebut pertarungan Canelo-GGG bakal sama sengitnya seperti pertarungan antara Marvelous Marvin Hagler versus Thomas Hearns. “Sampai saat ini, kita masih membicarakan pertarungan (pada 1985) itu. Saya ingin anak-anak saya, anak-anak Anda membicarakan soal Golovkin dan Alvarez 20 tahun dari sekarang. Duel ini akan jadi duel spesial.”

https://i.ytimg.com/vi/lhz6QFsc6LY/maxresdefault.jpg

“Eight Minutes of Mayhem”, begitu majalah Boxing News menggambarkan sengitnya pertarungan adu pukul selama tiga ronde sebelum juara sejati kelas menengah Hagler mengkanvaskan Hearns dengan pukulan kanan sangat keras yang membuat sang penantang terkapar.

Pertarungan yang dilaksanakan di Caesars Palace, Nevada, Las Vegas itu dijuluki “The War” (Perang) oleh sang promotor Bob Arum. Saat duel itu digelar pada 15 April 1985, Hagler sudah mempertahankan gelar WBA/WBC/IBF/The Ring/Lineal miliknya sebanyak 10 kali. Sembilan kemenangan diraih dengan KO, kecuali satu lewat kemenangan angka setelah 15 ronde versus Roberto Duran.

Sementara Hearns kala itu menempati status penantang No.1 kelas menengah oleh badan tinju WBA/WBC/IBF. Dia dikenal sebagai salah satu petinju dengan pukulan terkeras sepanjang masa, memenangi 30 dari 32 pertarungan pertama dengan KO. Kala itu rekornya adalah 40-1, dengan satu-satunya kekalahan saat menghadapi Sugar Ray Leonard (TKO di ronde ke-14 meski unggul poin).

http://ringsidereport.com/wp-content/uploads/2017/04/Hagler_v_Hearns_2.jpg

Di ronde pertama, Hagler yang dikenal memulai pertarungan dengan lamban, kini justru langsung menyerang Hearns sejak bel dibunyikan, memerangkapnya di tali ring. Tidak ingin dipojokkan, Hearns meladeni adu pukul dalam pertarungan dekat seperti yang Hagler ingin lakukan.

Namun, Hagler lebih unggul dalam adu pukul di 30 detik pertama dengan pukulan kiri keras mengguncang Hearns, yang berusaha merangkul Hearns guna meredam tempo pertarungan. Namun itu hanya bertahan singkat. Di 2,5 menit berikutnya, keduanya kembali terlibat adu pukulan keras.

https://static1.squarespace.com/static/55105517e4b0dda71296b0a6/551ad00be4b000882bc99172/551ad00ce4b0bdad3b8e4e71/1427820602464/Hagler_v_Hearns_1.jpg?format=1500w

Keduanya seakan tak memedulikan untuk bertahan dan saling balas pukulan keras. Jual-beli pukulan itu sampai mematahkan tangan kanan Hearns. Hagler sendiri mengalami luka sobek di dahinya, tapi tak melambankan serangannya, kembali mendesak Hearns di tali ring dan membombardir lawannya.

Begitu ronde pertama berakhir, komentator HBO Barry Tompikns, berteriak, “Ini baru ronde pertama!” Sementara kometator Top Rank Al Bernstein menyebutnya sebagai “ronde pembukaan terbaik dalam sejarah kelas menengah!” Majalah The Ring menasbihkan sebagai ronde terhebat dalam sejarah tinju, memenangi gelar “Ronde Terbaik” pada 1985.

http://a.espncdn.com/photo/2013/0828/box_hagler_hearns_04.jpg

Belakangan Hearns mengungkapkan, “Di ronde pertama itu, saya mengerahkan semua yang saya punya, Bung.” Akibatnya, tenaga Hearns pun habis begitu ronde kedua akan dimulai. Dia menurunkan tempo dan terlihat tergopoh-gopoh ketika coba mengitari ring atau mengubah arah. Leonard yang ikut menjadi komentator, mengatakan, “Saya tak suka melihat cara Tommy bergerak. Kakinya loyo seperti karet.”

Hagler coba bereksperimen dengan berganti sejenak ke gaya ortodoks, namun kemudian kembali bergaya ‘southpaw’ alias kidal karena lebih sukses meredam pukulan jab Hearns. Di akhir ronde kedua, Hagler mendesak Hears ke tali ring, sukses mendaratkan banyak pukulan.

http://a.espncdn.com/photo/2013/0828/box_hagler_hearns_06.jpg

Di ronde ketiga, Hearns kembali coba mengendalikan tempo. Baru semenit berjalan, luka sobek di dahi Hagler kembali membuka. Akibatnya darah pun mengucur deras membasahi wajah Hagler. Wasit Richrad Steele sementara menghentikan pertarungan dan meminta dokter ring untuk memeriksa luka Hagler.

Dokter pun menilai luka tersebut tidak mengganggu penglihatan Hagler dan memberi lampu hijau untuk melanjutkan pertarungan. Namun, kini dengan potensi kalah via dihentikannya pertarungan akibat lukanya itu, Halger pun menyerang dengan sama ganasnya seperti ronde pertama.

http://a.espncdn.com/photo/2013/0828/box_hagler_hearns_07.jpg

Pukulan kiri keras Hagler ke kepala membuat Hearns mundur ke tali ring, sambil menyunggingkan senyum seakan mengatakan pukulan itu tak menyakitinya. Tapi pukulan hook kanan berikutnya mengguncang Hearns yang terhuyung-huyung ke belakang. Hagler pun langsung mengejarnya.

Sang juara sejati kemudian mendaratkan pukulan kanan sangat keras ke dagu Hearns. Hearns pun tumbang ke depan saat Hagler mendaratkan dua uppercut tambahan. Saat muka Hearns mencium kanvas, Leonard berteriak melalui mike, “Dia sudah habis … dia sudah habis!”

http://2.bp.blogspot.com/-2MU_gMZw-P0/VS8eDxCLxWI/AAAAAAAAG3I/IAKxJdYKYR4/s1600/Box%2B9_AP8504150189_HIRES.jpg

Hearns bersusah-payah bangkit di hitungan kesembilan, namun akhirnya tidak mampu melanjutkan. Steele pun menghentikan pertarungan di 1 menit 52 detik dan menyatakan Hagler sebagai pemenang. Dengan badan bersimbah darah, Hagler diarak mengelilingi ring, sementara Hearns digendong setengah sadar ke pojoknya.

Kemenangan ini dipandang sebagai pertarungan terbaik dalam karier Hagler dan menasbihkan statusnya sebagai salah satu petinju kelas menengah terbaik dalam sejarah. The Ring pun menobatkan duel Hagler-Hearns ini sebagai “Pertarungan Tebaik” pada tahun 1985, meski hanya berlangsung tiga ronde.

Artikel Tag: Canelo Álvarez, Gennady Golovkin, marvin hagler, thomas hearns, Tinju

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/duel-golovkin-alvarez-bakal-sama-sengitnya-seperti-hagler-versus-hearns
3392  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini