Dua Kemenangan Bersejarah Fritzie Zivic atas Henry Armstrong di MSG

Penulis: Hanif Rusli
Rabu 21 Jan 2026, 05:32 WIB - 96 views
Fritzie Zivic (kanan) dan saat menghadapi Henry Armstrong di duel pertama di MSG. (Foto: Fight TV)

Fritzie Zivic (kanan) dan saat menghadapi Henry Armstrong di duel pertama di MSG. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Delapan puluh lima tahun lalu, Madison Square Garden (MSG) menjadi saksi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah tinju dunia.

Saat bel akhir ronde ke-15 berbunyi pada duel pertama Fritzie Zivic melawan Henry Armstrong di MSG pada 4 Oktober 1940, sosok legendaris Armstrong tergeletak telungkup di kanvas ring.

Untuk pertama kalinya sejak debut profesionalnya hampir satu dekade sebelumnya, Armstrong merasakan pahitnya kalah saat laga berakhir.

Kekalahan itu terasa semakin monumental mengingat reputasi Armstrong.

Di antara lebih dari 125 pertarungan yang ia jalani sejak debut, Armstrong menjelma menjadi mesin pukul tanpa henti dan satu-satunya petinju yang pernah memegang gelar juara dunia di tiga divisi sekaligus.

Media kala itu menjulukinya dengan nama-nama menyeramkan seperti “Hurricane Henry” dan “Hammerin’ Hank” karena keganasannya di atas ring.

Namun, Zivic menjadi salah satu petinju yang berhasil menghentikan laju mengerikan tersebut.

Nama Fritzie Zivic sering kali diingat sebagai petinju “kotor” dengan rekor yang tampak biasa saja, 157 kemenangan, 65 kekalahan, dan 9 seri.

Namun penilaian itu tidak sepenuhnya adil.

Zivic adalah petarung tangguh yang kerap bertarung di kandang lawan, sering menerima laga mendadak, dan hampir tak pernah benar-benar goyah meski menghadapi nama-nama besar.

Ia bukan hanya licik, tetapi juga kuat secara fisik dan mental.

Pertarungan ulang antara Zivic dan Armstrong digelar pada 17 Januari 1941 setelah Armstrong menjalani operasi akibat luka parah di sekitar matanya.

Meski banyak pengamat menjagokan Zivic, para petaruh justru masih menaruh harapan besar pada Armstrong.

Sebanyak 23.190 penonton memadati MSG, berharap sang legenda mampu merebut kembali kejayaannya.

Sejak ronde-ronde awal, Zivic menunjukkan bahwa ia telah menemukan kunci untuk menundukkan Armstrong.

Pukulan jarak dekat, uppercut, serta kekuatan di clinch perlahan menggerogoti stamina dan ketahanan Armstrong.

Meski Armstrong sempat bangkit dan menunjukkan sisa-sisa kebesarannya, terutama di ronde ke-10 dan ke-11, energi itu tak bertahan lama.

Memasuki ronde ke-12, Armstrong sudah nyaris tak mampu membalas. Dalam satu menit pertama, wasit menghentikan pertarungan dan menyatakan Zivic menang TKO.

Armstrong dibantu kembali ke sudut ring dengan kedua mata berdarah dan wajah bengkak.

Dalam momen penuh respek, Zivic mendekati sudut Armstrong dan berkata, “Bagiku, kau tetap juara dan petarung terhebat yang pernah kutemui.”

Malam di MSG itu menandai pertarungan perebutan gelar dunia terakhir dalam karier Henry Armstrong, sekaligus kali terakhir ia dihentikan di atas ring.

Sebuah penutup yang pahit, namun sarat kehormatan, bagi salah satu legenda terbesar sepanjang masa.

Artikel Tag: Tinju, boxing, madison square garden, MSG, Amerika Serikat, Legenda

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/dua-kemenangan-bersejarah-fritzie-zivic-atas-henry-armstrong-di-msg
96
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini