Dari Ejekan Jadi Motivasi, Colm Murphy Siap Hadapi Carroll

Colm Murphy
Berita Tinju : Perjalanan Colm Murphy menuju panggung tinju profesional tidak dimulai dengan sorotan besar. Petinju asal Belfast, Irlandia Utara itu justru memulai kariernya dengan berbagai keraguan dari orang orang di sekitarnya, baik di sekolah maupun di gym tempat ia pertama kali berlatih.
Murphy yang kini berusia 26 tahun sempat menjadi bahan ejekan ketika mulai menekuni tinju. Ia dikenal memiliki aksen bicara yang dianggap terlalu formal untuk lingkungan gym tinju di Belfast, sehingga beberapa rekannya memberi julukan Posh Boy, istilah yang biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang dari latar belakang lebih elit.
Murphy mengenang bagaimana julukan tersebut awalnya digunakan sebagai bahan candaan.
“Saya bersekolah di grammar school, tempat kebanyakan anak bermain rugby. Di lingkungan itu hampir tidak ada yang memilih tinju sebagai olahraga,” ujar Murphy.
Ketika memutuskan datang ke klub tinju lokal di West Belfast pada usia 14 tahun, Murphy langsung dianggap berbeda dari kebanyakan petinju muda lainnya.
“Begitu saya mulai latihan di gym, orang orang langsung memperhatikan cara bicara saya. Mereka sering bercanda dan memanggil saya ‘Posh Boy’,” katanya.
Alih alih tersinggung, Murphy justru memanfaatkan julukan itu sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa dirinya layak berada di dunia tinju. Ia perlahan membangun reputasi sebagai petinju yang bekerja keras dan memiliki semangat kompetitif tinggi.
Menurut Colm Murphy, pengalaman diremehkan sejak muda justru membentuk mentalnya di atas ring.
“Banyak teman sekolah menertawakan saya ketika mengatakan ingin serius di tinju. Mereka yakin saya akan berhenti setelah beberapa bulan. Sekarang mereka malah menonton saya bertarung di televisi,” ujarnya.
Murphy juga mengaku menghadapi tantangan lain saat masa sekolah karena memiliki kesulitan belajar. Namun situasi tersebut justru membuatnya semakin termotivasi untuk membuktikan kemampuan melalui olahraga.
“Lingkungan sekolah saya cukup menantang. Sebagai anak dengan kesulitan belajar, saya harus berusaha lebih keras. Hal itu justru membuat saya semakin kompetitif,” katanya.
Kerja keras Murphy kini mulai membuahkan hasil. Ia berhasil membangun rekor profesional yang impresif dengan 16 kemenangan tanpa kekalahan, enam di antaranya diraih melalui knockout.
Pada Januari lalu Murphy juga meraih gelar penting ketika menghentikan Saleh Kassim pada ronde keenam untuk merebut sabuk Commonwealth kelas super featherweight.
Namun tantangan yang lebih besar kini menantinya. Murphy dijadwalkan menghadapi Jono Carroll dalam perebutan gelar IBO. Carroll sendiri merupakan petinju berpengalaman yang pernah menantang gelar juara dunia IBF pada 2019 ketika menghadapi Tevin Farmer.
Murphy menyadari bahwa pertarungan tersebut akan menjadi ujian terberat sepanjang kariernya.
“Ketika kesempatan seperti ini datang, Anda harus berani mengambilnya. Saya tahu ini langkah besar dan tantangannya tidak mudah, tetapi saya yakin bisa tampil maksimal,” ujar Murphy.
Pertarungan ini menjadi kesempatan besar bagi Colm Murphy untuk membuktikan bahwa ia bukan sekadar petinju dengan julukan unik, melainkan juga petarung serius yang siap bersaing di level dunia.
Artikel Tag: tinju dunia, ibo
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/dari-ejekan-jadi-motivasi-colm-murphy-siap-hadapi-carroll
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini