Carl Froch Soroti Masa Depan Conor Benn Usai Kalah dari Ryan Garcia

Conor Benn
Berita Tinju - Conor Benn mendapatkan pengalaman pahit ketika mencoba merebut gelar WBC kelas welter milik Ryan Garcia. Bertanding di Las Vegas pada Sabtu, Benn hanya mampu bertahan selama dua ronde sebelum dihentikan petinju asal Amerika Serikat tersebut.
Sejak awal pertandingan, Benn kesulitan menghadapi kecepatan dan kemampuan Garcia. Perbedaan tersebut semakin terlihat pada ronde kedua ketika Garcia mendaratkan pukulan tangan kanan keras yang membuat Benn terjatuh.
Benn memang mampu kembali berdiri, tetapi kondisinya sudah tidak stabil. Garcia kemudian melanjutkan serangan hingga wasit menghentikan pertandingan beberapa detik kemudian.
Kekalahan tersebut menjadi kemunduran besar bagi Benn setelah sebelumnya berusaha membangun karier di level yang lebih tinggi. Carl Froch pun memberikan penilaiannya terhadap masa depan petinju berusia 29 tahun tersebut.
Berbicara melalui kanal YouTube Froch on Fighting, mantan juara dunia kelas menengah super itu menilai Benn masih memiliki pekerjaan besar jika ingin merebut gelar dunia.
“Petinju di level tersebut, dengan fundamental yang dia miliki dan minimnya pengalaman amatir, akan sangat kesulitan mengalahkan siapa pun untuk merebut gelar dunia,” ujar Froch.
Menurut Froch, Benn sebaiknya tidak lagi memaksakan diri bertarung di kelas welter. Ia melihat kelas welter super atau kelas menengah sebagai pilihan yang lebih sesuai dengan kondisi fisik Benn.
“Dia bisa naik ke 154 atau 160 pound. Di sana situasinya akan berbeda karena dia menjadi petinju yang lebih besar,” kata Froch.
Froch juga mengingat kembali pertarungan pertama Benn melawan Chris Eubank Jr. pada 2022. Benn memang kalah melalui keputusan juri dalam duel tersebut, tetapi Froch menilai penampilan Benn menunjukkan keberanian dan daya juang yang kuat.
“Itu adalah penampilan terbaik yang pernah saya lihat darinya. Dia terus maju, menunjukkan keberanian dan mampu menggali kekuatan hingga akhir. Saya sangat menghargai penampilannya dalam pertarungan itu,” ujar Froch.
Benn memang bertarung di kelas menengah ketika menghadapi Eubank Jr. Namun, Froch menilai Benn kemungkinan lebih cocok berada di kelas welter super secara alami. Meski begitu, ia menyebut kelas menengah bisa menjadi pilihan karena persaingan di 154 pound juga sangat berat.
“Dia bukan petinju kelas menengah super. Mungkin sebenarnya dia adalah petinju 154 pound, tetapi itu divisi yang berbahaya. Jadi mungkin 160 pound akan lebih cocok,” kata Froch.
Conor Benn sendiri memang berencana meninggalkan kelas welter setelah menghadapi Garcia. Salah satu opsi yang berpotensi terbuka adalah trilogi melawan Eubank Jr., yang dapat menjadi pertarungan besar berikutnya dalam kariernya.
Artikel Tag: kelas welter, carl froch, kelas menengah, ryan garcia, conor benn
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/carl-froch-soroti-masa-depan-conor-benn-usai-kalah-dari-ryan-garcia
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini