Canelo Punya Ambisi Besar untuk Kuasai Empat Gelar Sekaligus

Penulis: Senja Hanan
Sabtu 27 Feb 2021, 22:21 WIB
Petinju Saul "Canelo" Alvarez dalam acara timbang badan.

Petinju Saul "Canelo" Alvarez dalam acara timbang badan.

Berita Tinju:Saul "Canelo" Alvarez memiliki sebuah ambisi yang besar. Dia ingin menjawab kritikus dengan menjadi petinju asal Meksiko pertama yang menguasai empat gelar juara sekaligus.

"Ketika saya pensiun kita lihat saja, saat ini saya sedang menjalani karier saya, saya membuat sejarah dan kita akan lihat di mana posisi saya ketika saya pensiun,” kata Alvarez sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.

“Ya, Anda harus melihatnya berdasarkan kemenangan, berdasarkan angka dan gelar, memang seperti itu seharusnya ini dilakukan.”

Hal itu terungkap jelang Canelo melawan Avni Yildirim akan menjadi laga ke-58 dalam karier petarung kelahiran Guadalajara, Meksiko, 18 Juli 1990, tersebut. Pertarungan akan dihelat di Stadion Hard Rock di Miami, Amerika Serikat, Sabtu (27/2) atau Minggu pagi WIB.

Kemenangan melawan Yildirim akan membuka jalan bagi ambisi Alvarez untuk menjadi juara kelas menengah super di empat divisi. Jika berhasil menang dalam laga besok, Alvarez bakal mengincar sabuk WBO milik Billy Joe Saunders dan gelar IBF milik Caleb Plant.

Sejauh ini, satu-satunya kekalahan Alvarez terjadi kala menghadapi Floyd Mayweather dalam pertarungan 12 ronde di Las Vegas, Amerika Serikat, 14 September 2013. Untuk mewujudkan ambisinya tersebut, Alvarez juga berhadapan dengan kritik yang menyebutkan bahwa dia belum menghadapi petarung-petarung terbaik. Alvarez membantah dengan menyebut bahwa petarung terbaik tampak menjadi “biasa” ketika menghadapinya.

“Hampir seluruh kritik tersebut tidak adil. Karena ketika saya mengalahkan yang terbaik mereka bilang bahwa lawan tidak sama seperti yang mereka lakukan di masa lalu,” tutur Alvarez.

“Mengapa itu bisa terjadi? Karena bersama saya mereka melihat lawan yang tidak bisa melakukan apapun, lawan yang menyingkirkan diri mereka. (Kritikus) ingin menemukan sisi lemah di semua hal, mereka tidak pernah memberikan kredit. Tetapi saya sudah terbiasa dengan hal itu.”

Pertarungan versus Yildirim juga akan menjadi momen kembalinya Alvarez ke Miami sejak pertarungan pertama dan satu-satunya di kota tersebut pada 5 Desember 2008. Ketika itu Canelo mengalahkan lawan asal Kolombia, Raul Pinzon, untuk mempertahankan gelar kelas welter WBA Fedecentro

Artikel Tag: Saul Alvarez, Tinju

2403  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini