Andy Cruz Pukau Jaron Ennis, Siap Buktikan di Duel Perebutan Gelar

Andy Cruz adalah salah satu produk terbaik tinju amatir Kuba dalam dua dekade terakhir. (Foto: Fight TV)
Jika melihat rekam jejak profesional Andy Cruz, banyak orang mungkin akan bertanya-tanya mengapa petinju asal Kuba itu sudah langsung menantang gelar juara dunia.
Dengan baru enam pertarungan profesional dan tanpa nama besar di daftar lawannya, langkah Cruz menuju panggung elite memang terlihat terlalu cepat.
Namun, di balik catatan profesional yang singkat itu, tersimpan latar belakang amatir luar biasa yang menjadi fondasi kepercayaan besar terhadap kemampuannya.
Andy Cruz, kini berusia 30 tahun, adalah salah satu produk terbaik tinju amatir Kuba dalam dua dekade terakhir.
Ia dilaporkan mencatat sekitar 140 kemenangan dengan jumlah kekalahan satu digit, serta mencapai puncaknya dengan meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.
Prestasi tersebut membuat banyak pelaku tinju yakin bahwa Cruz adalah talenta langka yang tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi di level profesional.
Keyakinan itu juga dirasakan oleh rekan satu sasana sekaligus bintang kelas welter dunia, Jaron “Boots” Ennis. Keduanya sama-sama berlatih di bawah asuhan Derek “Bozy” Ennis.
Menurut Jaron Ennis, kesan pertamanya terhadap Andy Cruz sangat kuat dan langsung menunjukkan potensi seorang juara dunia.
Ia mengaku terkejut saat pertama kali melihat Cruz berlatih tanding.
Dalam pandangannya, gaya bertarung Cruz, ketenangan di ring, serta kecerdasan membaca situasi membuatnya yakin bahwa petinju Kuba itu akan menjadi profesional yang sangat berbahaya dan kelak meraih gelar juara dunia.
Kesempatan besar itu kini berada tepat di depan mata Cruz.
Pada 24 Januari mendatang, ia akan menantang juara dunia IBF kelas ringan, Raymond Muratalla, di Fontainebleau, Las Vegas, dalam pertarungan yang disiarkan DAZN.
Laga ini akan menjadi ujian terbesar dalam karier profesional Cruz sejauh ini.
Muratalla sendiri akan menjalani pertahanan gelar pertamanya setelah statusnya dinaikkan dari juara interim menjadi juara dunia penuh pada Juni lalu.
Ia jelas bukan lawan yang mudah, namun menariknya, Cruz justru diunggulkan dalam banyak prediksi, meski pengalaman profesionalnya jauh lebih minim.
Kemenangan terakhir Cruz semakin memperkuat reputasinya. Pada Juni lalu, ia tampil dominan saat menghentikan petinju Jepang, Hironori Mishiro, hanya dalam lima ronde.
Penampilan tersebut menunjukkan bahwa transisi dari amatir ke profesional berjalan mulus, sesuatu yang diyakini penuh oleh Jaron Ennis.
Menurut Ennis, pengalaman amatir Andy Cruz yang sangat kaya membuatnya siap menghadapi tekanan besar.
Ia menilai bahwa semua kualitas yang ditunjukkan Cruz di level amatir telah terbawa ke ring profesional, mulai dari disiplin, teknik, hingga kecerdasan bertinju.
Ennis menegaskan bahwa masa depan Cruz sepenuhnya bergantung pada pikirannya.
Dengan IQ tinju yang tinggi dan mentalitas yang kuat, Cruz dinilai mampu mencapai apa pun yang ia inginkan dalam olahraga ini.
Kini, melawan Muratalla, Andy Cruz punya kesempatan emas untuk membuktikan bahwa jalur cepat menuju gelar dunia bukanlah sebuah kebetulan, melainkan takdir yang memang sudah lama disiapkan.
Artikel Tag: Andy Cruz, Tinju, boxing, kuba, olimpiade tokyo 2020, Tokyo, Jaron Ennis, IBF, Kelas Ringan, lightweight, Raymond Muratalla, Las Vegas, Amerika Serikat, DAZN, jepang
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/andy-cruz-pukau-jaron-ennis-siap-buktikan-di-duel-perebutan-gelar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini