Usai Paris, Iga Swiatek Dikhawatirkan Akan Lewatkan Satu Turnamen Bergengsi

Iga Swiatek [image: EPA]
Berita Tenis: Kekalahan Iga Swiatek di babak keempat French Open musim 2026 menandai hasil buruk lainnya dalam musim yang terus mengecewakan menurut standar sang petenis.
Untuk kali pertama dalam tujuh musim, petenis berkebangsaan Polandia gagal melenggang ke perempatfinal French Open yang sampai sejauh ini telah ia juarai sebanyak empat kali.
Mantan petenis peringkat 1 dunia kalah dari petenis berkebangsaan Ukraina, Marta Kostyuk di babak keempat dengan dua set langsung.
Sejauh ini pada musim 2026, petenis berusia 25 tahun baru melenggang ke satu semifinal dari Grand Slam dan turnamen WTA level 1000 yang telah digelar musim ini, yaitu di Roma. Performa buruknya saat ini membuatnya terancam untuk kehilangan kesempatan berkompetisi di turnamen bergengsi untuk kali pertama sejak musim 2019.
Meskipun tersingkir dari babak keempat French Open, Swiatek tetap bertahan di peringkat 3 dunia, berada di belakang Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina. Tetapi ketika melihat klasemen sementara menuju turnamen akhir musim, WTA Finals, ia bahkan tidak berada di posisi 10 besar.
Dengan mengantongi 1.823 poin, petenis berkebangsaan Polandia berada di posisi ke-11 klasemen tersebut, terpaut 32 poin dengan petenis veteran Rumania, Sorana Cirstea yang berada di posisi kesepuluh.
Hanya delapan petenis terbaik yang bisa terkualifikasi untuk melakoni WTA Finals, yang telah petenis berusia 25 tahun lakoni dalam lima musim terakhir.
Setelah WTA Finals tidak digelar pada musim 2020 akibat pandemi COVID-19, petenis berkebangsaan Polandia terkualifikasi di turnamen tersebut setiap musimnya pada periode 2021 – 2025 dan memenangkan gelarnya pada musim 2023.
Kali terakhir ia tidak terkualifikasi untuk turnamen tersebut adalah musim 2019 dan jika performa tidak meyakinkannya berlanjut, maka hal tersebut mungkin terjadi lagi pada musim 2026.
Situasi bisa semakin memburuk bagi mantan petenis peringkat 1 dunia selama musim grass-court karena ia akan mempertahankan banyak poin. Ia mencetak hasil yang spektakuler musim lalu dengan lolos ke final Bad Homburg Open sebelum memenangkan gelar Wimbledon untuk kali pertama dalam kariernya.
Ia pun menjadi petenis berkebangsaan Polandia pertama yang memenangkan gelar Wimbledon setelah ia meluluhlantakkan petenis AS, Amanda Anisimova tanpa balas – 6-0, 6-0 – di final.
Namun dengan performa saat ini, Swiatek berpotensi mengalami penurunan peringkat, karena ia akan mempertahankan total 2325 poin di dua turnamen. Petenis putri terakhir yang memenangkan gelar tunggal berturut-turut di Wimbledon adalah Serena Williams, yang meraihnya pada musim 2016.
Artikel Tag: french open, wta finals, iga swiatek
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/usai-paris-iga-swiatek-dikhawatirkan-akan-lewatkan-satu-turnamen-bergengsi

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini