Tak Lagi Muda, Novak Djokovic Masih Ingin Buktikan Beberapa Hal

Novak Djokovic
Berita Tenis: Novak Djokovic akan menghadapi paruh kedua musim 2026 dengan US Open ada di depan mata dan dengan keyakinan bahwa ia masih bisa bersaing demi gelar Grand Slam.
Sebelum itu, petenis berkebangsaan Serbia melakukan wawancara dalam sebuah program televisi AS, CBS Morning. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mempersembahkan dokumenter yang bertajuk “Novak Djokovic: The Wolf in Winter” yang akan dirilis bulan depan dan menjanjikan sisi yang lebih intim tentang dirinya.
Film dokumenter yang dibintanginya dimulai dengan pernyataan yang sangat mengungkapkan, "Seringkali saya merasa seperti memenjarakan diri sendiri," sebuah refleksi yang merangkum tingkat tuntutan luar biasa yang menyertai seluruh kariernya.
"Untuk tampil di level tertinggi, anda harus benar-benar mengubah setiap aspek kehidupan anda di luar lapangan untuk mengabdi pada tenis. Dan itu memiliki konsekuensi," aku Djokovic dalam salah satu adegan film dokumenter tersebut.
Gagasan tersebut muncul kembali ketika ia ditanya bagaimana ia mengatasi persaingan di usia 39 tahun melawan petenis yang jauh lebih muda.
"Saya mencoba untuk fokus sepenuhnya pada bermain tenis yang luar biasa. Jika saya tidak memikirkan usia saya, orang-orang akan mengingatkan saya. Dan jika orang-orang tidak mengingatkan saya, tubuh saya akan melakukannya," jelas petenis berkebangsaan Serbia sambil tertawa.
"Saya mencoba untuk mengerahkan setiap persen kemampuan yang masih saya miliki untuk terus bersaing di level tertinggi melawan petenis muda. Tetapi tubuh bereaksi berbeda. Itu biologi. Lebih dari 20 musim bersaing di level tertinggi memang memakan korban."
Contoh yang sempurna adalah Wimbledon baru-baru ini. Mantan petenis peringkat 1 dunia mengingat upaya besar yang dilakukannya selama perempatfinal yang berlangsung selama 5 jam 15 menit, sebuah upaya yang jelas memengaruhi semifinalnya melawan Jannik Sinner.
"Setelah pertandingan itu, saya tidak bisa pulih sepenuhnya untuk semifinal. Saya tidak sebugar yang saya inginkan. Itu tidak mengurangi pujian untuk Jannik, yang memenangkan pertandingan, kemudian turnamen, tetapi sekarang situasinya berbeda,” lanjut Djokovic.
Petenis yang telah mengoleksi 24 gelar Grand Slam melanjutkan dengan mengungkapkan motivasinya jelang US Open musim ini.
Meskipun waktu telah berlalu, ia menegaskan bahwa keinginannya untuk berkompetisi tetap sangat besar dan US Open masih memegang tempat yang sangat istimewa dalam kalendernya.
"Rival terbesar saya selalu diri saya sendiri," tegasnya ketika ditanya siapa yang dianggapnya sebagai ancaman utama di New York.
Ia juga tidak menyembunyikan rasa sayang khusus yang dirasakannya terhadap Grand Slam terakhir musim ini.
"US Open mungkin adalah Grand Slam yang paling menghibur dan menarik. Turnamen ini dimainkan di stadion terbesar dalam olahraga kita dan saya tidak sabar untuk kembali,” ujar Djokovic.
Sebagian besar motivasi itu masih berasal dari interaksi dengan para penggemar.
"Salah satu alasan utama mengapa saya terus berkompetisi adalah energi dari publik. Kasih sayang, rasa hormat, dan pengakuan yang saya terima, terutama dalam beberapa musim terakhir dari seluruh dunia, sangat berarti bagi saya. Saya tidak bisa cukup berterima kasih kepada mereka,” jelas mantan petenis peringkat 1 dunia.
Ia lalu ditanya, apakah ia masih memiliki sesuatu yang ingin dibuktikan? Ia menjawabnya dengan singkat tetapi jelas.
"Ya, tentu saja. Selalu ada sesuatu yang perlu dibuktikan. Terutama kepada diri sendiri, tetapi juga kepada orang lain. Saya ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya selalu bisa menjadi lebih baik daripada kemarin,” tukas Djokovic.
Artikel Tag: novak djokovic, wimbledon, us open
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/tak-lagi-muda-novak-djokovic-masih-ingin-buktikan-beberapa-hal

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini