Statistik Mengkhawatirkan Aryna Sabalenka Usai Kekalahan Teranyar Di Wuhan

Aryna Sabalenka [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis unggulan pertama, Aryna Sabalenka secara mengejutkan harus menelan kekalahan dari petenis AS, Ann Li babak kedua Wuhan Open musim 2026.
Sempat unggul satu set dan satu break, mantan petenis peringkat 1 dunia tampak akan melenggang menuju kemenangan — meskipun sempat terkendala masalah pada lututnya — sebelum Li berhasil bangkit. Dengan memanfaatkan peluang match point kesepuluh, petenis AS mengalahkan petenis unggulan pertama dengan tiga set.
Kekalahan ke-11 petenis berusia 28 tahun pada musim ini merupakan salah satu hal yang paling mengecewakan, tetapi apa sebenarnya masalah yang dihadapi petenis peringkat 2 dunia? Ada satu statistik yang secara khusus menyoroti masalah yang harus ia atasi.
Dalam kekalahan tiga set dari Li, juara US Open musim 2025 melakukan 44 unforced errors. Petenis AS yang justru memenangkan total poin lebih sedikit daripada petenis unggulan pertama, hanya mencatatkan 28 unforced error dalam pertemuan mereka di Wuhan Open.
Masalah mantan petenis peringkat 1 dunia adalah ketika ia mulai melakukan unforced errors, ia tidak bisa menghentikannya. Ia tampak tidak mampu membendung keterpurukan tersebut. Alih-alih membaik, ia justru menambah masalahnya sendiri dan menjadi frustrasi di lapangan.
Dalam performa terbaiknya, ia mampu keluar dari situasi sulit dengan melancarkan pukulan-pukulan mematikan yang spektakuler, yang membantunya melupakan kesalahan-kesalahan sebelumnya. Sayangnya, sudah cukup lama ia tidak lagi menampilkan performa terbaiknya.
Mantan bintang tenis Inggris, Naomi Broady memberikan pandangannya mengenai kekalahan mengejutkan Sabalenka dari Li dalam liputan pasca-pertandingan di Sky Sports.
“Sungguh olahraga yang luar biasa. Lihat statistik di bagian paling bawah itu. Total poin yang dimenangkan, coba sebutkan olahraga lain di mana anda bisa memenangkan lebih banyak poin, tetapi tetap tidak keluar sebagai pemenang pertandingan. Dalam tenis, sering kali yang terpenting adalah poin mana yang berhasil anda menangkan, terutama di momen-momen krusial. Sabalenka mencatatkan total tiga poin lebih banyak di sepanjang pertandingan yang berlangsung selama dua setengah jam itu,” ujar Broady.
“Ann Li mendapatkan lebih banyak peluang, ia hanya berhasil memanfaatkan empat dari 17 peluang break point. Tetapi, Sabalenka kerap melakukan unforced error dan pada akhirnya, hal itulah yang membuatnya kalah.”
Petenis peringkat 2 dunia belum lagi meraih gelar sejak menuntaskan Sunshine Double – memenangkan gelar di Indian Wells dan Miami pada musim yang sama – pada bulan Maret, tetapi Broady meyakini masih banyak hal positif yang bisa dilihat oleh petenis berusia 28 tahun.
Sabalenka diperkirakan tidak akan melakoni pertandingan lagi sampai ia bertolak ke California untuk mengikuti WTA Finals. Musim lalu, ia kalah dari Elena Rybakina di final dan ia sangat berambisi untuk membalas kekalahan tersebut pada musim 2026 demi menutup musim yang penuh tantangan ini dengan hasil manis.
Artikel Tag: wuhan open, aryna sabalenka, ann li
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/statistik-mengkhawatirkan-aryna-sabalenka-usai-kekalahan-teranyar-di-wuhan
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini