Querrey Ungkap Tempat Dan Alasan Ia Larikan Diri Usai Positif COVID-19

Penulis: Dian Megane
Rabu 06 Jan 2021, 10:44 WIB
Sam Querrey khawatirkan dipisahkan dengan anak laki-lakinya jika tetap di Rusia setelah ia positif terinfeksi COVID-19

Sam Querrey ketika tampil di French Open 2020

Berita Tenis: Sam Querrey mengungkapkan bahwa ia memasuki Inggris tanpa ada pengecekan atau tes meski terbang dari Rusia dengan jet pribadi setelah positif terinfeksi COVID-19.

Petenis AS mundur dari St. Petersburg Open pada Oktober musim lalu setelah ia dan istrinya positif terinfeksi COVID-19. Beberapa waktu lalu, ia menerima denda yang ditangguhkan dengan jumlah mencapai 15.000 Euro karena melanggar protokol ketat yang diterapkan pihak ATP.

Dalam wawancara pertamanya sejak kabur dari Rusia, petenis peringkat 56 menjelaskan secara detail mengapa ia memutuskan untuk mengabaikan peraturan mengisolasi diri di hotel mereka dan malah melakukan penerbangan ke London bersama anak laki-laki mereka.

Petenis yang mengkhawatirkan keselamatan dan prospek terpisah dari dari anak laki-lakinya yang masih berusia tujuh bulan jika ia ditransfer ke rumah sakit, meninggalkan hotel yang difasilitasi pihak penyelenggara bersama keluarganya pada pagi hari tanpa diketahui para staf dan pihak resmi ATP.

“Saya harus mengambil keputusan antara jam 10 malam sampai jam 10 pagi pada hari berikutnya,” aku Querrey kepada Sports Illustrated.

“Saya bersama istri dan anak laki-laki saya, dan sebagai seorang manusia, saya berpikir, ‘Saya tidak merasa nyaman dengan ini’. Jadi, kami mengambil keputusan untuk menyewa sebuah jet dan pergi.”

“Saya menghubungi pihak perantara untuk sebuah jet dan mengatakan, ‘Bisakah saya mendapatkan sebuah jet, kira-kira sembilan jam berangkat dari St. Petersburg menuju London?’, dan ia pun mendapatkan satu untuk saya. Kami meninggalkan hotel pagi-pagi sekali, sehingga kami tidak terlihat dan langsung menuju terminal jet pribadi di St. Petersburg dan terbang ke London.”

Petenis yang melaju ke babak ketiga Australian Open musim 2020 menyatakan bahwa keputusan untuk pergi diambil berhari-hari dalam masa karantina setelah ia mengklaim pihak ATP mengatakan kepadanya dan istrinya bahwa mereka tidak lagi dizinkan untuk tinggal di hotel dan tidak diberikan jaminan bahwa mereka tidak akan dipisahkan dan dikirim ke rumah sakit. Jet pribadi yang ia sewa diyakini menelan biaya sebesar 40.000 Euro.

Ditanya mengapa ia membawa istri dan anak laki-lakinya untuk melakukan perjalanan pada masa-masa yang tidak terduga seperti ini, ia menyatakan bahwa ia merencanakan perjalan selama tujuh sampai delapan pekan untuk berkompetisi di St. Petersburg, Cologne, Wina, dan Paris, dan ia tidak ingin terpisah dari keduanya dalam jangka waktu sepanjang itu.

Petenis AS dan keluarganya memasuki London pada 13 Oktober. Mereka bisa memasuki negeri Ratu Elizabeth tersebut tanpa harus menjalani tes, pengecekan, mau pun screening karena pendekatan Inggris pada saat itu di bandara.

Ia menambahkan bahwa ia selalu mengenakan masker selama melakukan penerbangan, kecuali ketika makan dan minum, dan tidak pergi ke mana pun di Inggris begitu mereka tiba dengan langsung menyewa Airbnb, di mana mereka semua mengkarantina diri selama 14 hari.

“Saya merasa sebagai seorang ayah dan suami, ada elemen kemanusiaan di sini, dan saya harus melakukan hal yang saya rasa benar. Saya tidak ingin membiarkan keluarga saya pergi ke rumah sakit kurang lebih selama dua pekan,” ungkap Querrey.

“Dalam opini saya, kami tidak benar-benar membahayakan siapa pun. Kami mengenakan dua masker, kami melakukan semua hal yang memungkinkan dalam perjalanan itu demi meminimalisir resiko penyebaran kepada orang lain, dan sejujurnya, saya pikir kami melakukannya dengan baik.”

Artikel Tag: Tenis, St. Petersburg Open, Sam querrey

363  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini