Petra Kvitova Puji Turnamen Domestik Yang Tak Biasa Sebagai Awal Baru Bagi Tenis

Penulis: Dian Megane
Jumat 29 Mei 2020, 13:43 WIB
Petra Kvitova Puji Turnamen Domestik Yang Tak Biasa Sebagai Awal Baru Bagi Tenis

Petra Kvitova menjadi juara turnamen domestik pertama di Ceko

Berita Tenis: Dari masker wajah, membenturkan raket satu sama lain, serbuk pohon poplar di mana-mana, dan prospek final dilakoni di pusat pers, turnamen tenis pertama di Praha setelah masa lockdown menawarkan sejumlah momen tak biasa.

Turnamen yang digelar di Praha, Ceko selama tiga hari dengan menampilkan delapan petenis putri dan putra serta berakhir pada Kamis (28/05) waktu setempat, digelar di bawah protokol kesehatan yang ketat demi mencegah penyebaran virus corona yang baru.

“Sarung tangan, masker wajah, fakta bahwa tidak seorang pun yang menyerahkan handuk, tidak ada jabat tangan, semua itu pastinya tidak biasa,” aku Kvitova setelah memenangkan nomor tunggal putri.

“Dan bermain tanpa penonton, atmosfernya tidak sama seperti yang biasa kami rasakan,” tambah petenis peringkat 12 dunia, Kvitova yang mengalahkan rekan senegaranya, Karolina Muchova dengan 6-3, 6-3 di partai puncak yang sempat terganggu oleh hujan.

Hujan yang turun bahkan membuat pihak penyelenggara berpikir untuk memindahkan final ke aula terdekat yang memiliki dua lapangan saling bersebelahan, satu lapangan disiapkan untuk pertandingan, dan lapangan lain disiapkan untuk pusat pers.

Di lapangan, hakim garis harus menggunakan masker, seperti ball boy dan ball girl yang juga mengenakan sarung tangan demi mencegah kontaminasi. Sementara para petenis harus menggunakan masker dalam perjalanan menuju lapangan.

“Saya rasa hal yang paling aneh adalah mengenakan masker. Dan bahwa anda tidak berjabat tangan dengan lawan anda dan wasit,” ungkap Barbora Strycova yang kandas di semifinal.

Tanpa jabat tangan, para petenis membenturkan raket satu sama lain setelah pertandingan selesai.

“Kami berdua tertawa karena hal itu. Itu jabat raket pertama saya dan rasanya aneh,” tukas Muchova setelah pertandingan pertamanya.

“Hal yang paling aneh adalah tidak ada penonton di sekeliling kami, tidak ada seorang pun yang menyemangati, kami hanya melambaikan tangan kepada wasit.”

Di sepanjang turnamen, terutama di hari yang berangin dan berawan ketika final digelar, para petenis berjuang keras melawan serbuk pohon poplar yang berasal dari taman terdekat.

Artikel Tag: Tenis, Petra Kvitova, Karolina Muchova, Barbora Strycova

347  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini