Penuh Perjuangan, Patricia Maria Tig Pulang Dengan Trofi Istanbul Cup

Penulis: Dian Megane
Senin 14 Sep 2020, 06:40 WIB
Patricia Maria Tig lumpuhkan Eugenie Bouchard di final Istanbul Cup 2020

Patricia Maria Tig kantongi gelar turnamen WTA perdana di Istanbul

Berita Tenis: Patricia Maria Tig menghadapi tujuh peluang match point sebelum mengklaim gelar turnamen WTA pertama dalam kariernya di Istanbul Cup musim 2020.

Petenis berkebangsaan Rumania tersebut sempat kecolongan set pertama sebelum bangkit dan menang dengan 2-6, 6-1, 7-6 di partai puncak Istanbul Cup musim ini melawan Eugenie Bouchard.

Sebanyak dua kali ia tertinggal dengan sebuah break di set penentu dan menghadapi tiga match point ketika servis berada di tangannya sebelum menciptakan tiga peluang match pointnya sendiri. Bouchard tertinggal 1-4, 15/40 di set penentu, tetapi bermain ekstra keras demi memaksakan babak tiebreak.

Namun, petenis yang telah memiliki satu orang anak perempuan yang berusia 2 tahun, tidak goyah dan keluar sebagai juara setelah 2 jam 30 menit.

Sebelum semakin menegangkan, pertandingan tampak berat sebelah. Set pertama didominasi petenis peringkat 272 dunia, sebelum perubahan drastis terjadi di set kedua yang sepenuhnya dikontrol Maria Tig.

Petenis berkebangsaan Rumania menjadi salah satu petenis yang dominan di Istanbul musim ini sebelum melaju ke final. Ia hanya kehilangan 20 game dan tidak kehilangan satu set pun.

“Saya benar-benar senang dan bersemangat tentang performa saya. Sata tahu saya tidak melakukan banyak kesalahan di pertandingan. Di setiap peluang match point, saya berusaha untuk bermain dengan lebih baik,” seru Maria Tig.

“Ia bermain dengan mengagumkan. Kami berdua berjuang keras demi setiap poin. Itu pertandingan yang benar-benar luar biasa.”

“Saya berjuang demi setiap poin dengan semua cara yang saya bisa. Saya pikir sangat menyulitkan untuk mempertahankan level permainan yang tinggi di sepanjang pertandingan dan saya tahu jika saya ingin mencapai hasil yang positif dan berjuang demi setiap poin, level itu akan semakin membaik. Itu yang terjadi dan saya benar-benar senang dengan hal itu.”

Setelah tidak mampu berbuat banyak di set pertama, alur pertandingan mulai berubah di awal set kedua yang berbanding terbalik dengan set pertama. Petenis peringkat 88 dunia mulai lebih agresif dan lawan di seberang netnya mulai memukul dengan salah sasaran.

Memasuki set penentu, kedua petenis tidak ada yang ingin mengalah dan mengerahkan kemampuan terbaik hingga memasuki babak tiebreak. Setelah menelan kekecewaan di dua final sebelumnya, Maria Tig akhirnya menutup final kali ini dengan kemenangan setelah pengembalian Bouchard bersarang di net.

Artikel Tag: Tenis, Istanbul Open, Patricia Maria Tig, eugenie bouchard

578  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini