Opini Jujur Rafael Jodar Tentang Jannik Sinner Sebagai Seorang Pribadi

Penulis: Dian Megane
Selasa 29 Sep 2026, 20:18 WIB - 74 views
Pandangan Jujur Rafael Jodar Tentang Jannik Sinner Sebagai Seorang Pribadi

Jannik Sinner [kiri] dan Rafael Jodar [kanan] [image: getty images]

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Jannik Sinner telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu petenis yang patut diperhitungkan dan berada di jalur yang tepat untuk menjadi legenda olahraga ini.

Dengan lima gelar Grand Slam yang telah diraihnya pada usia 25 tahun, petenis berkebangsaan Italia memiliki jumlah gelar Grand Slam lebih banyak dibandingkan petenis veteran seperti Andy Murray dan Stan Wawrinka. Ia telah memenangkan 30 gelar — termasuk 10 gelar Masters — serta menempati peringkat 1 dunia total selama 90 pekanu, sebuah pencapaian yang menempatkannya di urutan kesepuluh sepanjang masa.

Persaingan juara Wimbledon musim 2026 dengan Carlos Alcaraz istimewa karena berbagai alasan, tetapi terutama karena perbedaan mencolok di antara keduanya, baik di atas maupun di luar lapangan. Petenis berkebangsaan Italia jelas merupakan sosok yang lebih tertutup dibandingkan petenis berkebangsaan Spanyol, meskipun tidak banyak yang diketahui mengenai kepribadiannya di balik layar.

Sementara itu, petenis berkebangsaan Spanyol, Rafael Jodar yang mencuri perhatian selama musim clauy-court musim ini, mengungkapkan pandangannya mengenai sosok Sinner dalam wawancara baru-baru ini dengan La Repubblica.

"Ia benar-benar orang yang baik, jenaka, dan sangat rendah hati," ujar Jodar. "Kehadirannya dirindukan oleh semua orang di lapangan. Saya berharap ia bisa segera kembali."

Petenis berkebangsaan Italia pernah satu kali menghadapi petenis berusia 20 tahun. Jodar di turnamen ATP, tepatnya di Madrid Open awal musim ini. Di perempatfinal turnamen Masters 1000 tersebut, petenis berkebangsaan Spanyol kalah dari petenis berkebangsaan Italia dengan dua set langsung, meskipun ia sempat memberikan perlawanan sengit di set kedua dengan memaksa terjadinya babak tiebreak.

Sinner saat ini tengah absen akibat cedera lutut yang memaksanya mundur dari turnamen di Montreal, Cincinnati, New York, dan Beijing. Penampilan terakhirnya di turnamen ATP adalah di final Wimbledon, di mana ia mengalahkan Alexander Zverev demi meraih gelar Grand Slam kelimanya.

Selama masa absennya petenis berrkebangsaan Italia, petenis berkebangsaan Jerman, Zverev telah memangkas jarak poin untuk mengejar posisi peringkat 1 dunia dengan menjuarai US Open, yang merupakan gelar Grand Slam kedua dalam kariernya. Ia berpeluang merebut posisi puncak peringkat dunia dengan menjuarai Shanghai Open, tetapi hal tersebut bergantung pada mundurnya petenis berkebangsaan Italia dari turnamen Masters 1000 tersebut.

Meskipun telah memenangkan dua gelar Grand Slam pada musim ini dan berpotensi menjadi petenis peringkat 1 dunia, Zverev mencatatkan rekor dua kemenangan dan delapan kekalahan saat menghadapi petenis peringkat 10 besar pada musim 2026. Ia gagal mengalahkan Alcaraz maupun Sinner di sepanjang musim ini, bahkan menelan lima kekalahan beruntun saat berhadapan dengan petenis berkebangsaan Italia.

Artikel Tag: alexander zverev, jannik sinner, carlos alcaraz

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/opini-jujur-rafael-jodar-tentang-jannik-sinner-sebagai-seorang-pribadi
74
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini