Matteo Berrettini Sanjung Pencapaian Menakjubkan Jannik Sinner

Matteo Berrettini [kiri] dan Jannik Sinner [kanan] [image: getty images]
Berita Tenis: Matteo Berrettini memuji rekan senegaranya, Jannik Sinner usai penampilan dominannya di Madrid Open, di mana ia memperkuat dominasinya di turnamen ATP.
Petenis peringkat 1 dunia, Sinner mengalahkan petenis peringkat 3 dunia, Alexander Zverev dengan 6-1, 6-2 di final Madrid Open musim 2026.
Kemenangan petenis berusia 24 tahun menandai gelar Masters kelima yang ia menangkan secara beruntun, sebuah rangkaian yang dimulai di Paris Masters pada akhir musim 2025 dan berlanjut melalui Indian Wells Open, Miami Open, Monte Carlo Open, dan sekarang Madrid Open. Belum ada petenis lain dalam sejarah turnamen ATP yang pernah mencapai prestasi seperti itu di level turnamen Masters 1000.
Salah satu sosok terdekat Sinner di turnamen adalah rekan senegaranya, runner up Wimbledon musim 2021 sekaligus rekan satu timnya di Davis Cup, yang telah menyaksikan dari dekat kebangkitan petenis berusia 24 tahun dari seorang petenis muda berbakat hingga menjadi kekuatan dominan di turnamen.
Bahkan mantan pemain peringkat 6 dunia mengakui bahwa "kita kehabisan kata-kata" untuk menggambarkan level petenis peringkat 1 dunia saat ini.
Setelah Madrid Open, perhatian dengan cepat beralih ke Italian Open, Roma, di mana petenis peringkat 1 dunia sekali lagi akan menjadi favorit untuk meraih gelar dan akan berupaya untuk terus mencetak sejarah.
Tepat selama kegiatan promosi menjelang dimulainya Italian Open, petenis peringkat 100 dunia mengomentari pencapaian terbaru rekan senegaranya dan menggambarkannya sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam olahraga ini.
“Dari luar, saya bahkan tidak bisa menjelaskannya,” ungkap Berrettini kepada Sky Sports di Roma. “Belum pernah ada yang melakukannya dalam sejarah. Kita kehabisan kata-kata untuk menggambarkan apa yang ia lakukan dan betapa mudahnya ia melakukannya. Ia mengesankan, ia membuat kita semua bangga.”
Di luar hasil, petenis berusia 30 tahun menunjuk pada ketahanan internal Sinner sebagai faktor kunci di balik kesuksesannya yang berkelanjutan. Dia mencatat bahwa bahkan dalam tim berkinerja tinggi, fluktuasi dalam performa dan motivasi tidak dapat dihindari, tetapi petenis berusia 24 tahun telah mengelola situasi tersebut secara efektif.
“Tentu saja, secara internal, di dalam tim, ada momen-momen sulit, mungkin secara fisik atau dari segi motivasi, mungkin ia bahkan mengalami hari-hari buruk, tetapi ia mampu mengubahnya menjadi hari-hari yang baik,” tambah Berrettini.
“Dan saya pikir itu adalah kekuatan terbesarnya, selain bakatnya yang luar biasa dan kerja keras yang ia kerahkan.”
Mendapatkan bye di babak pertama Italian Open, Sinner akan mengawalinya dengan menghadapi petenis berkebangsaan Austria, Sebastian Ofner atau petenis AS, Alex Michelsen. Sementara Berrettini akan memulainya dengan bertemu petenis berkebangsaan Australia, Alexei Popyrin.
Menariknya, kedua petenis favorit tuan rumah berpeluang bertemu di babak ketiga Italian Open jika masing-masing petenis mengatasi tantangan sebelumnya.
Artikel Tag: madrid open, italian open, matteo berrettini, jannik sinner
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/matteo-berrettini-sanjung-pencapaian-menakjubkan-jannik-sinner

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini