Maria Sakkari Kenang Pekan Di Rabat Sebagai Pekan Yang Emosional

Penulis: Dian Megane
Rabu 15 Mei 2019, 20:53 WIB
Maria Sakkari Kenang Pekan Di Rabat Sebagai Pekan Yang Emosional

Maria Sakkari ketika berlaga di Roma pekan ini

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Yunani, Maria Sakkari tidak akan rela menukar gelar turnamen WTA pertama dalam kariernya yang dimenangkan di Rabat dengan apapun.

Dua pekan lalu, Sakkari sukses menjuarai Rabat Open. Pada tiga babak terakhir, ia berhasil mengalahkan Elise Mertens, Alison Van Uytvanck, dan Johanna Konta. Kemenangan tersebut pun membuatnya naik ke peringkat 39 dunia dari peringkat 51 dunia.

“Itu pekan yang emosional. Gelar pertama anda terasa selalu istimewa di mana pun tempatnya. Rasanya luar biasa. Saya menghadapi banyak pertandingan sengit. Saya belum menyadarinya,” ungkap Sakkari.

Sakkari pun menjadi petenis putri Yunani pertama yang memenangkan gelar turnamen WTA sejak Eleni Daniilidou mengklaim gelar di Hobart musim 2008.

Kemenangan tersebut juga menjadi obat penghibur bagi Sakkari yang mencatatkan 3-6 pada tiga bulan pertama musim 2019, termasuk mengalami empat kekalahan secara beruntun sebelum membalikkan keadaan di musim clay-court.

Petenis berusia 23 tahun, Sakkari mencatatkan kemenangan besar atas Kiki Bertens di Charleston yang mengantarkan Sakkari ke perempatfinal pertamanya musim ini dan tiga pekan kemudian ia mengangkat gelar pertamanya.

“Kita tahu tenis. Anda tidak bisa selalu menang. Anda akan selalu melalui dua, tiga, empat, bahkan lima pekan secara beruntun menelan kekalahan di babak pertama. Itu bisa terjadi, seperti yang terjadi pada diri saya musim ini,” papar Sakkari.

“Tentu saya sangat kecewa. Tetapi keluarga dan tim saya sangat mendukung. Mereka benar-benar membantu saya melupakannya dengan cepat. Setelah kekalahan saya di Istanbul, kami berlatih sangat keras yang saya pikir membantu saya kembali ke jalur yang tepat.”

“Pola pikir saya adalah saya harus berjuang dan permainan saya akan berkembang dengan berada di lapangan. Jadi, saya pikir hal itu yang terjadi dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, terus berkembang.”

Sakkari juga menyatakan bahwa salah satu kunci kemenangannya di Rabat adalah pola pikir positif, salah satu hal yang difasilitasi oleh pelatihnya, Tom Hill.

Namun, Sakkari melalui titik balik yang terjal dari Rabat ke Madrid. Ia memenangkan gelar di Rabat pada hari Minggu petang, lalu terbang ke Madrid untuk melakoni pertandingan babak pertamanya pada hari Senin malam yang berakibat kekalahan dari petenis tuan rumah, Carla Suarez Navarro.

Kekecewaan Sakkari tidak berlangsung lama. Pekan ini di Italian Open, Roma, ia lolos dari babak kualifikasi dan mengamankan kemenangan 6-1, 7-5 atas petenis berkebangsaan Rusia, Anastasia Pavlyuchenkova di babak pertama dan akan menantang petenis unggulan ke-14, Anett Kontaveit di babak kedua.

Artikel Tag: Tenis, Rabat Open, Italian Open, Maria Sakkari

309  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini