Kejadian Langka Terjadi Di French Open Usai Kekalahan Aryna Sabalenka

Penulis: Dian Megane
Kamis 04 Jun 2026, 20:56 WIB - 153 views
Kejadian Langka Terjadi Di French Open Usai Aryna Sabalenka Kandas

Aryna Sabalenka [image: getty images]

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Petenis berusia 28 tahun, Aryna Sabalenka telah menciptakan sejarah Grand Slam setelah ia menelan kekalahan mengejutkan di French Open musim 2026.

Petenis unggulan pertama, Sabalenka kalah dari Diana Shnaider, meskipun unggul satu set dan 1-4 di perempatfinal French Open, sebelum kalah dalam 12 dari 13 game berikutnya. Hal tersebut merupakan kekalahan telak lainnya bagi sang petenis di Grand Slam dan setelah pertandingan ia mengakui bahwa ia ingin berhenti bermain tenis.

Kekalahan mengejutkan Sabalenka merupakan salah satu dari banyak kejutan di Roland Garros musim ini, yang juga menyaksikan petenis peringkat 1 dunia, Jannik Sinner kalah di babak kedua dan kini sesuatu yang mengejutkan telah terjadi di Grand Slam untuk kali pertama dalam 49 musim terakhir.

Semifinal nomor tunggal putra maupun putri telah ditentukan, tetapi tidak ada satu pun mantan juara Grand Slam di antara keduanya.

Ini adalah pertama kalinya di Grand Slam mana pun, tidak ada mantan juara Grand Slam yang melenggang ke semifinal sejak French Open musim 1977. Dari delapan petenis tersisa di masing-masing semifinal, Alexander Zverev dan Mirra Andreeva sebenarnya menjadi dua petenis yang pernah mencapai semifinal di Grand Slam sebelumnya.

Grand Slam tersebut menjadi terobosan besar, khususnya bagi qualifier asal Polandia, Maja Chwalinska, yang baru tampil untuk kali ketiga di babak utama Grand Slam dengan turun di Roland Garros musim ini.

Petenis berusia 24 tahun, Chwalinska belum pernah memainkan pertandingan babak utama di Roland Garros sebelum lolos babak kualifikasi musim ini, tetapi ia telah mengalahkan petenis-petenis seperti Zheng Qinwen, Maria Sakkari, dan Anna Kalinskaya sehingga berada dalam jarak dua kemenangan lagi untuk menjadi juara Grand Slam.

Akan ada juara Grand Slam baru yang dinobatkan di French Open nomor tunggal putra maupun putri pada musim ini, sesuatu yang belum terjadi sejak musim 1977. Saat itu Grand Slam di Roland Garros sangat terpengaruh oleh liga World TeamTennis yang didirikan pada musim 1974 dan konflik jadwal menyebabkan banyak petenis terbaik dunia saat itu tidak berkompetisi di Roland Garros pada musim 1977.

Memanfaatkan kesempatan tersebut di nomor tunggal putra adalah Guillermo Vilas, yang saat itu belum pernah memenangkan gelar Grand Slam. Vilas mengalahkan Brian Gottfried di final musim 1977 untuk memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya dari empat gelar yang diraih mantan petenis berkebangsaan Argentina.

Undian tunggal putri di Roland Garros musim 1977 bisa dibilang lebih terpengaruh tanpa kehadiran petenis seperti Chris Evert dan Martina Navratilova, tetapi petenis unggulan teratas, Mima Jausovec yang berhasil menang setelah mengalahkan Florenta Mihai di final.

Masih harus dilihat siapa yang akan memanfaatkan peluang yang muncul di Roland Garros musim ini, tetapi yang pasti adalah akan ada dua juara Grand Slam baru seperti pada musim 1977.

Artikel Tag: french open, aryna sabalenka, diana shnaider, maja chwalinska

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/kejadian-langka-terjadi-di-french-open-usai-kekalahan-aryna-sabalenka
153
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini