Jannik Sinner Kembali Kritik Laga Di Roma Yang Berakhir Larut Malam

Jannik Sinner [image: getty images]
Berita Tenis: Jannik Sinner mengatakan para petenis juga manusia sebagai sindiran terhadap turnamen yang menggelar pertandingan hingga dini hari, salah satunya adalah Italian Open di Roma.
Awal pekan ini, pertandingan antara Luciano Darderi dan Rafael Jodar baru dimulai menjelang pukul 11 malam waktu setempat setelah tertunda karena cuaca buruk. Kemudian terjadi penundaan lebih lanjut selama 20 menit setelah asap dari kembang api di dekatnya mengurangi jarak pandang.
Akhirnya, petenis tuan rumah, Darderi memastikan kemenangan pada pukul 2 pagi setelah mengalahkan petenis berkebangsaan Spanyol, Jodar dengan tiga set.
“Saya bukan penggemar berat bermain di lapangan selarut itu—kami juga manusia,” seru Sinner. “Lalu ada jet lag, anda tidur larut malam, lalu perawatan, anda harus makan, konferensi pers. Luciano mendapat libur satu hari tetapi telah menghabiskan banyak energi.”
“Semoga ia segera memulihkan energinya sebanyak mungkin. Tetapi ketika anda turun ke lapangan sangat larut, sulit untuk bermain tenis dengan baik.”
Itu adalah kali kedua dalam waktu kurang dari sebulan petenis peringkat 1 dunia menyuarakan kekhawatirannya tentang masalah tersebut. Di Madrid Open, ia mengkritik keputusan untuk menjadwalkan dua pertandingan malam yang dimulai pukul 8 malam. Ia berpendapat bahwa mereka yang bermain hingga dini hari akan mengalami 'kekacauan' pada hari berikutnya.
“Sulit ketika anda menjadwalkan dua pertandingan yang dimulai pukul 8 malam,” tukas Sinner pada 28 April lalu. “Anda tidak bisa berpura-pura bahwa setiap pertandingan selesai dalam satu setengah jam dan pada pukul 11 malam game pertama sudah selesai. Ketika Jodar bermain di malam hari, itu sangat, sangat larut, masuk lapangan sekitar pukul 11, selesai sekitar pukul 1, 1:15. Menurut saya itu terlalu larut.”
Pada musim 2024, baik ATP maupun WTA memperkenalkan aturan yang bertujuan untuk meminimalkan pertandingan yang berakhir larut malam. Aturan tersebut termasuk tidak boleh ada lebih dari lima pertandingan yang dijadwalkan di setiap lapangan.
Namun, pihak turnamen memiliki wewenang untuk mengatur jadwal dengan mempertimbangkan masalah seperti cuaca buruk. Aturan tersebut tidak berlaku untuk Grand Slam, yang masing-masing memiliki badan pengaturnya sendiri. Wimbledon adalah satu-satunya turnamen bergengsi yang menentukan jam malam pada pukul 11 malam.
Sementara itu, pekan ini Sinner bertujuan untuk menyelesaikan Golden Masters - memenangkan kesembilan turnamen Masters 1000 – di Italian Open. Di semifinal, ia akan menghadapi mantan petenis peringkat 1 dunia, Daniil Medvedev, yang telah ia kalahkan dalam sembilan dari sepuluh pertemuan terakhir mereka di turnamen ATP.
Artikel Tag: italian open, daniil medvedev, jannik sinner, luciano darderi
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/jannik-sinner-kembali-kritik-laga-di-roma-yang-berakhir-larut-malam

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini