Hasil Wimbledon: Jannik Sinner Sukses Pertahankan Gelar

Penulis: Dian Megane
Senin 13 Jul 2026, 07:09 WIB - 147 views
Hasil Wimbledon: Bungkam Alexander Zverev, Jannik Sinner Sukses Pertahankan Gelar

Jannik Sinner [image: atp tour]

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Italia, Jannik Sinner menjadi petenis kesepuluh yang sukses mempertahankan gelar Wimbledon nomor tunggal pada musim 2026.

Petenis unggulan pertama mengerahkan kemampuan terbaik demi menumbangkan petenis unggulan kedua, Alexander Zverev dengan 6-7, 7-6, 6-3, 6-4 di final Wimbledon, yang menjadi gelar Grand Slam kelima dalam kariernya sekaligus gelar Grand Slam pertamanya pada musim ini.

Petenis peringkat 1 dunia menelan kekalahan mengejutkan di babak kedua French Open pada bulan Mei, setelah ia kesulitan dengan kondisi di Paris saat itu sebelum kalah lima set dari petenis berkebangsaan Argentina, Juan Manuel Cerundolo. Zverev memanfaatkan situasi tersebut dengan memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di Paris.

Namun di All England Club, London, hal tersebut tidak terulang. Bugar, percaya diri, dan berada di puncak pada waktu yang tepat, petenis berkebangsaan Italia menghalangi Zverev untuk menjadi petenis pertama di Open Era (sejak 1968) yang memenangkan gelar Grand Slam kedua langsung setelah memenangkan gelar Grand Slam pertamanya.

Meskipun petenis unggulan pertama terpaksa berjuang mengatasi inkonsistensi selama pekan pertama Wimbledon, ia menemukan kembali permainan tenis terbaiknya di tahap akhir. Setelah mengalahkan Novak Djokovic dengan tiga set langsung di semifinal untuk kali kedua secara beruntun, petenis unggulan pertama membawa momentum tersebut ke penampilan meyakinkan lainnya dalam kondisi berangin di lapangan utama.

“Kami berddua mengawalinya dengan sangat baik. Kami mempersiapkan diri dengan cara sebaik mungkin, saya dan tim saya, jadi, saya harus berterima kasih kepada seluruh tim dan seluruh dukungan yang saya dapatkan dari kotak saya,” ungkap Sinner.

"Itu adalah final yang luar biasa sekali lagi dan selalu dibutuhkan dua petenis, Sascha serta saya mencoba memberikan semua yang kami miliki. Saya sangat senang dengan kemenangan ini, tetapi juga dengan level permainan yang kami berdua tunjukkan."

Dalam final yang didominasi servis, Zverev berhasil memasukkan 76 persen servis pertamanya dan bermain jauh lebih agresif dari biasanya untuk menekan petenis unggulan pertama. Tetapi, petenis unggulan pertama tetap sabar, menunjukkan kelincahan yang mengesankan untuk bergerak ke sudut-sudut lapangan, dan mampu menahan pukulan bola agresif petenis berkebangsaan Jerman.

Petenis peringkat 1 dunia itu secara krusial meningkatkan level permainannya di babak tiebreak set kedua untuk mendapatkan pijakan dalam pertandingan, kemudian secara klinis meraih dua break servis Zverev yang menentukan, sekali di set ketiga dan keempat, untuk memastikan kemenangan setelah 3 jam 46 menit.

Sinner, yang menyelamatkan satu-satunya peluang break point yang dihadapinya dan mencetak 58 winner, jatuh ke tanah setelah memastikan kemenangan uai mengkonversi peluang match point pertamanya, kemudian bangkit, tersenyum ke arah timnya setelah kemenangan terbesarnya musim ini. Dengan mencatatkan 5-2 di final Grand Slam, ia akan memiliki keunggulan 4.970 poin atas Zverev yang akan kembali menjadi peringkat 2 dunia. Petenis berusia 24 tahun juga meninggalkan London dengan hadiah uang sebesar £3,6 juta.

“Tidak ada tempat yang lebih baik untuk bermain tenis,” tambah Sinner. “Anda bisa merasakan gugup saat bangun tidur sebelum final dan itu adalah hari yang sangat istimewa, dan anda tidak pernah tahu berapa kali anda bisa kembali hari terakhir Grand Slam, jadi saya tidak pernah menganggap remeh hal-hal seperti itu.”

Petenis berkebangsaan Italia kini telah memenangkan enam gelar, gelar terbanyak dibandingkan petenis putra lain pada musim 2026, setelah menyelesaikan Career Golden Masters – memenangkan kesembilan gelar Masters – di Roma pada bulan Mei.

Namun sebelum final di London musim ini, petenis berusia 24 tahun belum meraih kemenangan di Grand Slam sejak mengalahkan Carlos Alcaraz di Wimbledon musim lalu. Tetapi, ia kembali ke lingkaran pemenang di level Grand Slam ketika ia melepaskan pukulan forehand winner pada peluang match point.

Petenis berkebangsaan Italia kini telah meraih kemenangan dalam 10 pertemuan terakhirnya melawan Zverev (11-4) dan telah memenangkan 17 dari 18 set terakhir mereka.

“Selamat kepada Jannik. Ia sekali lagi menunjukkan mengapa ia adalah petenis terbaik di dunia. Sangat menyenangkan bisa berbagi lapangan utama denganmu di final, sangat menyenangkan berada di sini,” tutur Zverev.

“Kepada tim saya. Kami telah menjalani dua bulan yang cukup baik meskipun kalah di final ini. Dua bulan yang luar biasa. Kami datang ke Wimbledon tanpa pernah mencapai perempatfinal dan kami memainkan final pertama kami di sini. Di usia 29 tahun, ini adalah pertama kalinya saya yakin bisa memenangkan trofi ini.”

Sementara kepada Zverev, Sinner mengatakan, “Kau telah mencapai salah satu tujuan utamamu, memenangkan Grand Slam, dan kau berhasil mewujudkannya di Paris, dan kali ini kau sangat, sangat dekat.”

“Jika kau bermain seperti itu, saya sangat yakin kau akan memenangkannya juga di kandang sendiri. Saya tahu tujuanmu adalah menjadi nomor 1 di dunia juga, dan kau sudah sangat dekat.”

Artikel Tag: wimbledon, alexander zverev, jannik sinner

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/hasil-wimbledon-jannik-sinner-sukses-pertahankan-gelar
147
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini