Flavio Cobolli Tak Pernah Sangka Dapatkan Hasil Seperti Di Roland Garros

Flavio Cobolli [kanan] dan Alexander Zverev [kiri] [image: FFT]
Berita Tenis: Upaya Flavio Cobolli meraih gelar French Open musim 2026 mungkin telah berakhir, tetapi mungkinkah perjalanannya ke final Grand Slam pertamanya menjadi landasan untuk hal-hal yang lebih besar dan lebih baik lagi?
Petenis berusia 24 tahun tampak positif saat berbicara kepada media setelah menelan kekalahan lima set dari petenis unggulan kedua, Alexander Zverev di final French Open. Meskipun kecewa, ia memberikan pujian penuh kepada lawannya dan juga menekankan keinginan untuk menghargai perjalanannya ke final di Roland Garros.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Sascha (Zverev) atas gelar ini. Saya pikir ia pantas mendapatkannya. Saya juga berpikir hari ini (7/6) ia lebih pantas mendapatkannya daripada saya di akhir pertandingan,” ungkap Cobolli.
“Tetapi saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada diri saya sendiri atas apa yang telah saya lakukan dalam dua pekan ini. Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan hasil seperti ini di sepanjang hidup saya dan saya sangat bangga pada diri saya sendiri.”
“Jadi, sekarang saya hanya ingin tersenyum lebar dan menikmati malam ini bersama teman-teman, bersama orang-orang yang saya cintai. Ini adalah final Grand Slam, jadi, saya pikir di ruangan ini, tidak ada yang mengharapkan banyak dari saya. Jadi, saya harus bangga pada diri saya sendiri dan terus mencoba dan mencoba lagi.”
Salah satu hal yang menarik dari penampilan petenis berkebangsaan Italia di final Grand Slam pertama dalam kariernya terjadi pada babak tiebreak set keempat. Setelah melewatkan peluang set point pertama pada servisnya sendiri dengan kedudukan menunjukkan 6/4 ketika ia gagal melakukan volley yang relatif mudah, ia merespons dengan forehand keras sebelum memenangkan set tersebut.
"Saya hanya memejamkan mata. Mungkin untuk kedua poin itu," jawab Cobolli saat ditanya soal momen tersebut. "Saya merasa lelah saat babak tiebreak, tetapi, saya juga berkata pada diri sendiri, 'Lakukan saja, dan mungkin masuk dan kau memenangkan set tersebut, lalu mari kita lihat apa yang terjadi di set kelima'. Tetapi saya hanya memejamkan mata, menurut saya. Kadang-kadang hal itu membantu."
Pada hari Senin (8/6), petenis berusia 24 tahun akan naik empat peringkat ke peringkat tertinggi dalam kariernya sampai saat ini, peringkat 10 dunia. Ia akan menjadi petenis putra Italia ketujuh yang masuk peringkat 10 besar dalam sejarah. Setelah merasakan final Grand Slam pertamanya, ia siap untuk berusaha keras dan mengulangi pengalaman tersebut di masa mendatang.
“Ini adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi, tetapi saya akan mencoba,” tutur Cobolli. “Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya akan terus mencoba, tetapi jika anda mencapai final pertama, mengapa tidak yang kedua? Pada akhirnya, saya pikir saya pantas berada di sini berdasarkan beberapa pekan terakhir. Mungkin tidak dalam 10, 15 Grand Slam berikutnya, tetapi seperti yang saya katakan juga dalam upacara penyerahan trofi, saya masih muda.”
“Jadi, saya harus bekerja keras, menikmati perjalanan ini, dan mungkin jika saya bekerja keras dan menikmati berbagai hal, mungkin saya akan mencapai final lagi.”
Artikel Tag: french open, alexander zverev, flavio cobolli
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/flavio-cobolli-tak-pernah-sangka-dapatkan-hasil-seperti-di-roland-garros

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini